Sekolah Rakyat Buka Pintu Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Sekolah Rakyat Buka Pintu Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan yang didukung Kementerian Sosial, telah melayani lebih dari 45 ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA dalam satu tahun pertama beroperasinya. Program ini khusus dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan tujuan memberikan mereka akses pendidikan berkualitas yang sama dengan anak-anak lainnya.

Siswa-siswi yang belajar di SR berasal dari latar belakang keluarga yang beragam. Jumaroh dari Bekasi adalah putri pemulung, Raihan dari Makassar adalah anak penangkap ikan dan montir, sementara Alfius dari Jayapura harus membantu orang tua menjual sayuran dan pinang daripada fokus bersekolah. Kisah mereka mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi jutaan anak Indonesia karena kemiskinan.

Kementerian Sosial menekankan bahwa “Kemiskinan melahirkan ketakutan, menggerogoti keberanian secara perlahan. Membuat mimpi terasa jauh.” Oleh karena itu, kehadiran SR bukan sekadar program bantuan, tetapi upaya sistematis untuk memutus siklus kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Program ini menawarkan pendidikan sepenuhnya gratis, mencakup biaya sekolah, asrama, makanan, dan perlengkapan sekolah. Sistem berasrama memastikan siswa mendapat pembimbingan akademik sekaligus pengembangan karakter dan mental. Selain itu, keluarga siswa juga menerima berbagai bantuan sosial, termasuk jaminan kesehatan dan program pemberdayaan ekonomi.

Sofia dari Kupang (anak buruh tani), Zahra dari Banjarmasin (anak tukang becak), dan Fajri dari Solok (dari keluarga buruh peternakan) adalah contoh siswa yang kini bisa menjalani pendidikan tanpa beban finansial. Melalui SR, mimpi-mimpi anak-anak bangsa yang sebelumnya terhenti karena keterbatasan ekonomi kini bisa dilanjutkan dengan lebih baik.

Sumber: Detik.com

Baca Juga

Scroll to Top