
Indonesia sedang mempersiapkan lonjakan besar kapasitas pusat data dalam lima tahun ke depan. Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyatakan bahwa “kapasitas pusat data yang telah beroperasi secara nasional saat ini mencapai sekitar 540 MW, sedangkan kebutuhan infrastruktur diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan”. Proyeksi menunjukkan kapasitas akan tembus 1.000 megawatt pada 2030.
Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital dan semakin banyaknya perusahaan yang membutuhkan ruang penyimpanan data. Banyak penyedia data center saat ini sudah mendekati kapasitas penuh, sehingga diperlukan pembangunan fasilitas baru untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bergejolak.
Perkembangan infrastruktur digital ini tidak hanya fokus pada kota-kota besar. Pemerintah dan industri melihat pentingnya menyebarkan pusat data ke berbagai daerah agar tidak hanya tergantung pada wilayah metropolitan. Dengan demikian, beban pemrosesan data bisa lebih merata dan efisien.
Kehadiran pusat data regional membuka peluang ekonomi yang luas. Pembangunan fasilitas ini dapat menciptakan lapangan kerja di bidang teknologi informasi, mendorong pertumbuhan usaha penyedia jasa internet lokal, dan merangsang pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan kabel dan telekomunikasi.
Jawa Timur menjadi salah satu lokasi strategis untuk ekspansi ini. PT Tigabelas Solusi Nusantara (TSN) baru saja meluncurkan pusat data di Lamongan melalui kolaborasi 13 perusahaan teknologi dari lima kabupaten. Fasilitas ini juga mengoperasikan simpul pertukaran internet untuk memperkuat konektivitas jaringan lokal di kawasan tersebut.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Dari Rektor IPB ke Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan Slamet Ambil Posisi Baru

Pemerintah Rancang Skema Pendidikan Gratis dari PAUD hingga Perguruan Tinggi dengan Tiga Klaster Strategis

Azerbaijan Berlakukan Aturan Sekuler di Sekolah, Siswi Berhijab Ditolak Masuk Kelas

