
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak perusahaan dan pelaku usaha industri untuk turut merancang kurikulum di sekolah dan kampus vokasi kelautan dan perikanan. Langkah ini dilakukan agar para lulusan nantinya memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja dan industri.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano mengatakan dalam acara Vocational Goes To Actors (VOGA) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa, bahwa perkembangan teknologi dan perubahan industri yang cepat membuat lembaga pendidikan harus terus menyesuaikan diri. “Kami sangat ingin melihat bahwa kurikulum yang dibangun di setiap kampus itu co-design, didesain bersama dengan Bapak-Ibu sekalian. Bapak-Ibu dari dunia usaha akan menjadi komponen penting dalam membangun kurikulum tersebut,” ujar Irwan.
Selain ikut menyusun kurikulum, KKP juga mengharapkan industri membuka pintu bagi mahasiswa untuk belajar dan bekerja langsung di perusahaan mereka. Perusahaan juga diundang untuk mengirim praktisinya mengajar sebagai dosen di kampus, sehingga pengetahuan praktis industri bisa langsung ditransfer kepada para pelajar.
KKP telah membentuk Ocean Institute of Indonesia (OII) dengan menggabungkan 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah kementerian sebagai bagian dari pembaruan pendidikan kelautan dan perikanan di Indonesia. Organisasi ini menjadi platform kolaborasi antara akademis dan industri.
Perubahan teknologi seperti otomasi, kecerdasan buatan, dan tuntutan keberlanjutan produk menciptakan profesi-profesi baru yang belum ada sebelumnya. Contohnya adalah operator pakan otomatis, teknisi sistem budidaya, analis data satelit untuk pemantauan ikan, dan pilot drone untuk survei pesisir dan perikanan.
KKP juga menekankan perlunya riset di lembaga vokasi yang fokus pada inovasi yang bisa langsung diterapkan di industri, bukan hanya untuk menghasilkan jurnal akademik. Ketersediaan tenaga kerja terampil menjadi kunci kesuksesan enam program prioritas KKP ke depannya.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Kemendagri Ajak Daerah Jadikan Inovasi Budaya Kerja Sebelum IGA 2026

Ratusan Universitas dari 31 Negara Berkumpul di QS Higher Ed Summit Bali, Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi Asia Pasifik

Guru Indonesia Butuh Strategi Jangka Panjang, Bukan Sekadar Perayaan

