
Indonesia menjadi pusat perhatian dunia perbankan internasional ketika Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama-sama menjadi tuan rumah dua forum besar sekaligus: BCBS Meeting dan International Conference of Banking Supervisors (ICBS) ke-24, yang berlangsung di Bali pada 28 September hingga 1 Oktober 2026.
Forum ini mengumpulkan sekitar 300 delegasi dari lebih 60 negara, terdiri dari perwakilan bank sentral, lembaga pengawas keuangan, organisasi internasional, hingga pelaku industri. Agenda utamanya berkisar pada bagaimana pengawas perbankan di seluruh dunia bisa lebih siap menghadapi risiko yang terus berkembang, termasuk dari kecerdasan buatan (AI), aset kripto, dan digitalisasi layanan keuangan.
Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa perubahan yang terjadi di industri perbankan saat ini terlalu cepat untuk diabaikan. “Seiring digitalisasi dan teknologi baru terus mentransformasi perbankan, kita harus menjaga keseimbangan yang tepat antara inovasi dan ketahanan, dengan dukungan tata kelola yang baik dan pengawasan yang efektif,” ujar Destry dalam pembukaan ICBS ke-24.
Destry juga menyoroti pentingnya kerja sama antar negara agar pengawas bisa saling berbagi pengetahuan dan mengantisipasi risiko sebelum benar-benar mengganggu sistem keuangan. Artinya, pengawas tidak cukup hanya melihat kondisi keuangan sebuah bank secara terpisah, tapi juga perlu memahami bagaimana satu lembaga saling terhubung dengan ekosistem keuangan yang lebih luas.
Deputi Gubernur BI Solikin M Juhro menambahkan bahwa pengawas perlu mengembangkan kemampuan membaca arah perubahan sejak jauh-jauh hari, atau yang disebut strategic foresight, agar indikator pengawasan yang digunakan tetap relevan dengan dinamika yang terus berubah. Sementara itu, Ketua Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan (BCBS) Erik Thedéen menekankan bahwa regulasi yang ketat saja tidak cukup—pengawasan juga harus mampu mendeteksi masalah lebih awal dan memastikan tindakan perbaikan dilakukan tepat waktu.
Dengan digelarnya forum sekaliber ini di Indonesia, ada harapan besar bahwa standar pengawasan perbankan nasional ikut terangkat, seiring meningkatnya keterlibatan Indonesia dalam percakapan kebijakan keuangan global.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, dan UBS Dibanderol Segini per Gram

Inflasi Australia Tembus 4 Persen, Biaya Perumahan dan BBM Jadi Biang Kerok

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam Paling Mahal, Galeri24 Paling Terjangkau

