KPK Selidiki Pembelian Mobil Volvo Ridwan Kamil, Kakak Kandung Ikut Diperiksa

KPK Selidiki Pembelian Mobil Volvo Ridwan Kamil, Kakak Kandung Ikut Diperiksa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kakak kandung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Erwin Muniruzaman, untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan ini berkaitan dengan penelusuran aset berupa mobil Volvo yang diduga dibeli Ridwan Kamil semasa menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Erwin diperiksa pada Jumat, 2 Oktober, bersamaan dengan seorang saksi lain bernama Aburizal Ahmad Sofwan yang menjabat sebagai Pejabat Pemimpin Grup Komunikasi Pemasaran Bank BJB Pusat. Konfirmasi pemeriksaan ini baru disampaikan juru bicara KPK kepada publik pada Senin, 5 Oktober 2026.

Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan fokus pemeriksaan terhadap Erwin. “Penyidik mendalami pengetahuan saudara ERW berkaitan dengan pembelian mobil Volvo yang dilakukan oleh saudara RK pada tahun 2023,” ungkapnya. Mobil tersebut pernah dipakai saat acara pelantikan Penjabat Gubernur Jawa Barat di tahun yang sama.

Yang menjadi perhatian penyidik, mobil Volvo itu kini sudah tidak lagi berada di tangan pemilik semula. Budi menyebut kendaraan tersebut diduga telah dijual kembali oleh Erwin sekitar Agustus 2024. “Tentunya penyidik masih akan terus menelusuri, akan terus melacak ya terhadap aset-aset lain yang diduga ada kaitannya dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan,” tambah Budi.

Kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. KPK telah menetapkan lima tersangka dalam perkara ini, dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 222 miliar. Empat dari lima tersangka sudah ditahan, sementara penelusuran aliran dana dan aset terkait masih terus berjalan.

Sebelumnya, KPK juga sudah tiga kali memeriksa mantan asisten pribadi Ridwan Kamil, Randy Kusumaatmadja. Rekening Randy diduga menjadi tempat penampungan sebagian besar uang hasil pengadaan iklan tersebut sebelum kemudian dialirkan ke berbagai pihak. Penyidikan dalam kasus ini tampaknya masih akan terus berkembang seiring penelusuran aset yang belum tuntas.

Sumber: Detik.com

Baca Juga

Scroll to Top