:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364095/original/050731100_1790930877-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_15.36.09.jpeg)
Baru sepekan sejak dilantik, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) — lembaga yang bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada presiden — langsung tancap gas dengan menggelar rapat pleno pertama mereka pada Kamis (8/10/2026) di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.
Rapat tersebut dihadiri 23 dari 26 anggota Wantimpres. Tiga anggota lainnya tidak hadir karena ada halangan. Agenda utamanya adalah membahas aturan dan tata kerja lembaga, termasuk bagaimana cara mereka menyampaikan saran kepada Presiden Prabowo Subianto secara efektif dan cepat.
Ketua Wantimpres Pratikno menjelaskan bahwa rapat ini sudah disiapkan sejak tiga hari sebelumnya. “Bagaimana kita kerja cepat, seandainya ada hal-hal yang perlu kami menyampaikan pertimbangan kepada Bapak Presiden atau barangkali Bapak Presiden juga meminta pertimbangan kepada Wantimpres, kita juga harus cepat,” ujar Pratikno.
Salah satu hal yang turut dibahas adalah kemungkinan membentuk tim khusus atau task force untuk menangani isu-isu tertentu. Selain itu, para anggota juga akan dibagi ke dalam beberapa bidang sesuai keahlian dan pengalaman masing-masing, meski pembagian itu belum final.
Pratikno menegaskan bahwa pembagian bidang tersebut tidak akan bersifat kaku. Pasalnya, banyak persoalan pemerintahan yang sifatnya lintas sektor sehingga membutuhkan keterlibatan anggota dari berbagai latar belakang secara fleksibel.
Dengan komposisi 26 tokoh nasional yang memiliki rekam jejak dan keahlian beragam, Wantimpres berharap bisa menjadi mitra strategis yang responsif bagi Presiden dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Sarmuji Jadi Menperin, Kursi DPR-nya Berpotensi Diisi Kusuma Judi Leksono

Pencuri Bermasker Gasak Brankas dan HP di Toko Sembako Depok, Polisi Turun Tangan

Ilmuwan Ungkap Rahasia Bahan Cat Lukisan Mesir Kuno yang Bertahan Ribuan Tahun

