Bank Indonesia Dorong Perempuan Kuasai Digitalisasi untuk Kembangkan UMKM Halal

Bank Indonesia Dorong Perempuan Kuasai Digitalisasi untuk Kembangkan UMKM Halal

Pemberdayaan ekonomi perempuan dalam sektor halal menjadi fokus utama Bank Indonesia (BI) untuk mempercepat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Langkah ini diambil mengingat kontribusi perempuan yang sangat signifikan dalam ekosistem bisnis lokal.

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2024, sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia atau hampir 65 persen adalah perempuan. Angka ini menunjukkan betapa besar peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat luas.

Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman menegaskan, “Investasi pada perempuan memberikan manfaat luas bagi perekonomian karena pendapatan yang diperoleh turut mendukung kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, dan kesehatan.” Ia menyampaikan hal ini dalam konferensi pemberdayaan komunitas perempuan yang digelar saat Indonesia Sharia Economic Festival 2026.

Bank Indonesia merancang tiga strategi utama untuk memperkuat posisi perempuan dalam ekonomi syariah. Pertama, meningkatkan kemampuan kelembagaan dan memudahkan akses pendanaan melalui pelatihan usaha, sertifikasi halal, dan pengembangan merek. Kedua, mendorong penggunaan sistem pembayaran digital agar transaksi lebih efisien dan aman. Ketiga, membuka peluang pasar yang lebih luas melalui promosi dan kemitraan bisnis dari tingkat daerah hingga internasional.

Industri halal sendiri menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, berkontribusi sekitar 27 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia senilai Rp4.900 triliun pada 2026. Ekspor produk halal mencapai 35,7 miliar dolar AS pada semester pertama 2026, dengan lebih dari 14 juta produk telah tersertifikasi halal.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi sejalan dengan pendekatan BI, menekankan bahwa “Perempuan yang berdaya tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.” Ia menekankan perlunya kolaborasi antara berbagai pihak untuk memperluas kesempatan bisnis dan meningkatkan daya saing perempuan di industri halal.

Sinergi antara lembaga pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan memberdayakan perempuan dalam mengembangkan potensi ekonomi mereka secara berkelanjutan.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top