
Saryono baru saja meraih gelar doktor pada usia 40 tahun dari Program Doktor Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pencapaian ini adalah hasil dari perjalanan pendidikan yang penuh tantangan, dimulai dari saat ia memutuskan merantau ke Jakarta saat masih duduk di kelas II SMP dan kemudian putus sekolah.
Setelah meninggalkan bangku sekolah, Saryono bekerja sebagai tukang kebun untuk menghidupi dirinya sendiri. Meski kondisi ekonomi memprihatinkan, semangat untuk belajar tetap menyala dalam dirinya dan tidak pernah benar-benar padam.
Keinginan Saryono untuk melanjutkan pendidikan akhirnya terwujud melalui jalur pendidikan kesetaraan. Ia menempuh Paket B dan Paket C sehingga berhasil mengejar kesetaraan tingkat SMP dan SMA.
Setelah menyelesaikan pendidikan kesetaraan, Saryono mulai memasuki jenjang formal dengan melanjutkan ke program sarjana, magister, dan akhirnya doktor. Perjalanan ini tidak mudah karena ia harus menyeimbangkan tiga hal sekaligus: kuliah, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga.
Penggabungan ketiga kewajiban tersebut memerlukan manajemen waktu yang sangat ketat. Saryono bahkan rela mengorbankan waktu istirahat malam untuk menyelesaikan tugas dan kewajiban akademik. Namun, dukungan berkelanjutan dari keluarga menjadi kekuatan yang membuat kelelahan itu terasa ringan.
Gelar doktor yang disandang Saryono adalah bukti nyata dari konsistensi dan dedikasi bertahun-tahun. Ia menyelesaikan program doktoralnya dalam waktu 36 bulan 28 hari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95, membuktikan bahwa keterbatasan awal bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tinggi.
Bagi Saryono, perjalanan pendidikan ini membuka jalan baru untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat melalui bidang pendidikan. Kisahnya menunjukkan bahwa kesempatan untuk belajar dapat diperjuangkan melalui berbagai jalur, tidak peduli seberapa berat tantangan yang dihadapi di awal perjalanan.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Guru Indonesia Butuh Strategi Jangka Panjang, Bukan Sekadar Perayaan

Peluang Beasiswa Fulbright untuk Studi Lanjut di Amerika Serikat Kembali Dibuka

Beasiswa Penuh Rusia untuk S1-S3 Dibuka November, Termasuk Biaya Hidup dan Persiapan Bahasa

