
Susu kedelai termasuk minuman alternatif yang sering dipilih orang-orang. Bedanya dengan susu nabati lain, susu kedelai memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan sebanding dengan susu sapi biasa.
Menurut ahli gizi Kelli Morgan, RD, susu kedelai umumnya mengandung sekitar 7 gram protein per gelas. “Banyak susu nabati relatif rendah protein, tetapi susu kedelai adalah pengecualian,” ujar Morgan seperti dilaporkan Real Simple pada Jumat (16/10) waktu setempat.
Keunggulan protein susu kedelai adalah jenis protein lengkap yang mengandung semua sembilan asam amino esensial—zat-zat yang dibutuhkan tubuh tapi tidak bisa diproduksi sendiri. Selain itu, sebagian besar produk susu kedelai di pasaran sudah diperkaya dengan kalsium dan vitamin D untuk menambah nilai gizinya.
Cara mudah menambah asupan protein adalah dengan memasukkan segelas susu kedelai ke dalam menu harian tanpa perlu mengubah kebiasaan makan. “Saya bisa menggunakannya dalam segala hal, mulai dari smoothie dan oatmeal yang direndam semalaman hingga puding chia dan kopi saya,” kata Morgan.
Saat berbelanja, Morgan menyarankan memilih susu kedelai versi organik tanpa pemanis tambahan untuk mendapatkan tekstur lembut dan mengurangi asupan gula yang tidak perlu. Dengan pilihan produk yang tepat, susu kedelai bisa menjadi sumber nutrisi yang efektif untuk pola makan sehari-hari.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Bank Indonesia Dorong Perempuan Kuasai Digitalisasi untuk Kembangkan UMKM Halal

Jangan Anggap Enteng Batuk Dua Minggu, Bisa Jadi Gejala TB

17 Peneliti UGM Raih Penghargaan Ilmuwan Top 2% Dunia, Fokus pada Kesehatan hingga Lingkungan

