Pemerintah Siapkan 2 Juta Ton Beras Subsidi, Sebagian Masuk Pasar Tradisional

Pemerintah Siapkan 2 Juta Ton Beras Subsidi, Sebagian Masuk Pasar Tradisional

Dua program subsidi beras sekaligus disiapkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Total pasokan yang disiapkan mencapai dua juta ton, dengan sasaran berbeda: satu juta ton untuk warga kurang mampu dan satu juta ton lagi untuk masyarakat kelas menengah bawah melalui pasar tradisional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, satu juta ton beras pertama ditujukan bagi 33,2 juta penerima manfaat dari kelompok desil 1 hingga 4 — yakni kategori warga paling tidak mampu dalam sistem data sosial pemerintah. Sementara satu juta ton berikutnya menyasar kelompok desil 5, 6, dan 7, atau masyarakat yang penghasilannya berada di lapisan menengah ke bawah.

Beras untuk kelompok menengah bawah ini akan dijual lewat operasi pasar yang dikelola Bulog di pasar-pasar tradisional. Harganya dipatok Rp12.500 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang bisa menyentuh Rp15.000. “Di pasar harganya Rp15 ribu, ini Bulog akan mengedarkan, menjual Rp12.500. Jadi, harganya tidak sama dengan harga pasar, tidak naik, bahkan turun. Ini jumlahnya 1 juta ton juga,” ujar Zulkifli saat kunjungan kerja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Zulkifli menyebut program ini hadir karena dampak musim kemarau dan lonjakan harga beras kerap memukul kelompok masyarakat menengah bawah yang tidak masuk daftar penerima bantuan pangan gratis. “Ya, yang ini akan masuk ke pasar-pasar tradisional. Sehingga nanti kalau ibu-ibu emak-emak belanja beras, berasnya bagus, ya, tetapi beras yang disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan subsidi jagung untuk kebutuhan pakan ternak sebanyak 150.000 ton dengan harga Rp5.000 per kilogram. Langkah ini diambil karena harga jagung di pasaran sudah merangkak naik hingga Rp8.000 per kilogram di beberapa daerah. Dengan dua komoditas pokok ini disubsidi bersamaan, pemerintah berharap gejolak harga pangan bisa diredam sebelum semakin memberatkan masyarakat luas.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top