
Pemerintah dan sejumlah badan usaha milik negara menunjukkan aktivitas ekonomi yang padat pada Selasa, 6 Oktober 2026. Mulai dari investasi triliunan rupiah ke luar negeri, pembenahan industri pupuk, pemanfaatan lahan tidur untuk energi, hingga bantuan pangan bagi puluhan juta warga miskin.
Danantara Indonesia, melalui anak usahanya PT Danantara Investment Management, menanamkan modal sebesar 250 juta dolar AS ke perusahaan minyak dan gas asal Texas, Amerika Serikat, bernama HighPeak Energy. Investasi ini dilakukan lewat pembelian saham preferen konvertibel — sejenis saham yang bisa diubah menjadi saham biasa dalam kondisi tertentu — dan dilaksanakan dalam beberapa tahap.
Di sisi industri dalam negeri, PT Pupuk Indonesia berencana merombak delapan pabrik dalam lima tahun ke depan demi menekan biaya produksi sekaligus memperkuat pasokan pupuk nasional. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan bahwa transformasi adalah kunci keberlangsungan perusahaan. “Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia sejak pembangunan Pabrik Pusri pada 1959, dan transformasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutannya agar semakin efisien dalam operasional, tangguh dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pemerintah juga berencana menggarap lebih dari 12 juta hektare lahan yang sudah rusak atau tidak produktif untuk dijadikan sumber bahan baku biofuel — bahan bakar yang berasal dari tanaman. Langkah ini disampaikan Utusan Khusus Presiden, Mari Elka Pangestu, dalam forum keberlanjutan internasional di Jakarta. Tujuannya agar pengembangan energi terbarukan tidak perlu membuka hutan atau lahan baru.
Sementara di bidang perdagangan, Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu pelaku usaha Amerika Serikat dalam forum investasi bilateral untuk membahas berbagai hambatan dagang yang selama ini menjadi ganjalan hubungan ekonomi kedua negara.
Kabar yang mungkin paling dirasakan langsung masyarakat adalah rencana distribusi bantuan beras. Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah menyiapkan satu juta ton beras untuk 33,2 juta keluarga kurang mampu. “Jadi kami siapkan bantuan beras 1 juta ton atau 1 miliar kilogram untuk 33,2 juta penerima,” kata Zulkifli saat memantau penyaluran bantuan pangan periode Oktober–Desember 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Rangkaian kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dari hulu ke hilir — dari investasi global hingga kebutuhan pokok warga di daerah.
Sumber: Antara News
Baca Juga

MotoGP Mandalika 2026: Harga Makanan UMKM Dibatasi Maksimal Rp30 Ribu

Pemerintah Siapkan 2 Juta Ton Beras Subsidi, Sebagian Masuk Pasar Tradisional

Harga Cabai Rawit Tembus Rp114.000/kg, Daging Sapi Kualitas I Capai Rp151.250/kg

