Nostalgia Sepatu Sekolah Era 90-an: Dari Warrior sampai Eagle, Kamu Pernah Pakai yang Mana?

Nostalgia Sepatu Sekolah Era 90-an: Dari Warrior sampai Eagle, Kamu Pernah Pakai yang Mana?

Buat kamu yang tumbuh besar di era 1990-an, ingatan soal sekolah pasti tak lepas dari sepatu yang dipakai setiap hari. Bukan sekadar alas kaki, pilihan sepatu kala itu bisa mencerminkan gaya sekaligus status sosial seorang pelajar di lingkungan sekolah.

Warrior adalah salah satu nama yang paling melekat di benak generasi ini. Sepatu kanvas hitam bergaris putih ini sudah diproduksi sejak 1972 dan sempat menjadi ‘sepatu wajib’ bagi siswa yang ingin memenuhi aturan seragam sekolah. Harganya yang murah dan bahannya yang awet membuat Warrior sanggup menemani perjalanan panjang anak sekolah ke mana pun.

Bata juga tak kalah ikonik. Merek asal Ceko yang masuk Indonesia lewat PT Sepatu Bata Tbk ini dikenal sebagai pilihan utama orang tua karena sepatu hitamnya yang rapi dan tahan lama. Gerainya yang tersebar luas membuat Bata mudah dijangkau dari kota besar hingga daerah, meski pabrik lokalnya di Purwakarta akhirnya tutup pada 2024.

Untuk urusan olahraga di sekolah, Dragonfly—yang akrab disebut sepatu capung—adalah jawabannya. Ciri khasnya simpel: kanvas putih bersih dengan tiga garis di sisi samping. Ringan dan fleksibel, sepatu ini jadi andalan saat jam pelajaran olahraga atau main bulu tangkis di sore hari.

Kasogi, merek lokal asal Surabaya, mengisi ceruk yang sedikit berbeda. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri alas kaki, Kasogi menawarkan model yang lebih trendi dibanding sepatu sekolah biasa, sehingga diminati remaja yang ingin tampil beda tanpa melanggar aturan berpakaian.

Eagle melengkapi daftar ini sebagai raja sepatu olahraga. Diluncurkan sejak 1986, Eagle jadi pilihan siswa aktif yang butuh sepatu untuk upacara sekaligus ekstrakurikuler seperti atletik dan sepak bola. Merek ini bertahan melewati krisis ekonomi dan hingga kini masih bisa ditemukan di toko-toko modern.

Merek-merek ini bukan sekadar produk dagang—mereka adalah bagian dari cerita tumbuh besar satu generasi. Di tengah gempuran merek global yang kini mendominasi pasar, jejak sepatu lokal era 90-an itu ternyata terlalu dalam untuk dilupakan begitu saja.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top