
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, berdampak langsung pada kesehatan warga sekitar. Hingga Minggu (4/10/2026), sedikitnya 22 orang dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dari tumpukan sampah yang terbakar.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, merinci bahwa korban tersebar di tiga kelurahan. “22 orang mengalami gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas. 15 orang dari Kelurahan Kedungpane, 2 orang Tambakaji, dan 5 orang dari Bambankerep,” jelasnya.
Di RT 07 RW 03, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, kondisi warga cukup memprihatinkan. Ketua RT setempat, Hartanto, menyebut belasan warganya terserang ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut, yakni gangguan pernapasan yang umum dipicu oleh polusi udara. “Di tempat kami sudah mengajukan ada 15 warga yang terdampak dari kejadian ini, mengalami ISPA. Jadi sesak napas dan terbatuk-batuk,” kata Hartanto.
Dampak yang dirasakan warga bukan hanya soal kesehatan. Salah satu warga, Indah Astuningtuti (55), mengungkapkan abu dari kebakaran sampah terus masuk ke dalam rumahnya. “Ini juga abunya masuk ke rumah, saya sapu berkali-kali juga tetap ada lagi. Jadi bikin rumah kotor dan bau,” ujarnya.
Indah menambahkan, kondisi paling parah dirasakan pada Kamis dan Jumat setelah kebakaran pertama kali terjadi pada Rabu (30/9) malam. Asap disebut menebal seperti kabut di pagi hari hingga membatasi jarak pandang warga. Merespons situasi ini, pihak kelurahan telah membagikan masker dan membuka posko kesehatan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Kebakaran TPA yang seharusnya menjadi fasilitas pengelolaan sampah kota ini menjadi pengingat betapa pentingnya penanganan sampah yang aman, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan warga yang tinggal di sekitarnya.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Kapolri Mutasi 4 Komjen Pol ke Luar Polri, Salah Satunya Lulusan Terbaik Akpol 1991

Polres Jember Gandeng MUI Usut Kasus Kiai Berinisial AA yang Viral di Medsos

BRIN Teliti Polusi Karhutla yang Sampai ke Negara Tetangga, Ini 2 Faktor Penentunya

