
Abdul Mu’ti, kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, ternyata punya cerita masa lalu yang sederhana dan penuh perjuangan. Guru-gurunya di MAN 1 Kudus, Firdaus dan Lilik Puspita, masih merekam dengan jelas bagaimana sosok Mu’ti ketika masih menjadi pelajar—seorang anak yang santun, tekun, dan tidak pernah putus asa.
Firdaus, yang dulu mengajar Mu’ti mata pelajaran olahraga, bercerita bahwa muridnya itu setiap hari berangkat sekolah menggunakan sepeda. Jarak yang harus ditempuh cukup jauh, mencapai sekitar 10 hingga 15 kilometer dari rumahnya. “Dia sederhana, sekolah pun naik sepeda, sekitar 10-15 km dari rumahnya. Saya masih ingat dia itu kan yang paling kecil, artinya di antara murid-murid lainnya yang paling muda dan posturnya kecil,” kenang Firdaus.
Melihat tubuh Mu’ti yang lebih kecil dibanding teman-teman seusianya, Firdaus terkadang bercanda tentang cara Mu’ti mengayuh sepeda. Namun, di balik gurauan itu, ada rasa kagum terhadap ketekunan anak itu. Perjalanan jauh dengan sepeda tersebut dilakukan secara konsisten, mencerminkan dedikasi Mu’ti untuk mengejar pendidikan.
Sementara itu, Lilik Puspita, guru mata pelajaran Matematika Mu’ti, mengingat muridnya sebagai sosok yang sangat menghormati guru dan berperilaku sopan. Kepedulian Mu’ti terhadap para pendidik tidak hanya ditunjukkan kepada guru yang mengajarnya, tetapi kepada seluruh guru di sekolah. “Dia bisa mengerjakan dan hasilnya benar, tapi tidak maju kalau tidak disuruh karena dia itu takut dikatakan sombong, jadi dia diam saja,” jelas Lilik.
Kerendahan hati Mu’ti yang sebagai pelajar masih terbawa hingga meraih posisi menteri. Ketika dilantik, Mu’ti mengundang semua guru-gurunya yang masih hidup untuk berkumpul bersama dan mengucapkan terima kasih atas dedikasi mereka. Moment ini cukup menyentuh, hingga Firdaus pun tidak bisa menahan air mata.
Bahkan, saat acara peringatan ulang tahun sekolahnya, Mu’ti menetapkan syarat khusus untuk bisa hadir: semua guru yang pernah mengajarnya harus dihadirkan. Setiap nama guru pun masih diingat dengan baik oleh Mu’ti, menunjukkan betapa mendalam rasa penghormatan dia terhadap pendidik-pendidik masa lalunya.
Firdaus mengharapkan agar Menteri Mu’ti tetap mempertahankan nilai-nilai yang ia miliki sejak sekolah dulu—amanah, rendah hati, dan selalu membumi. “Harapan saya untuk Pak Mu’ti, mudah-mudahan beliau ini tetap amanah, bisa mewujudkan cita-citanya, menjadikan guru-guru hebat, menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik, program-programnya tercapai, demi kemajuan bangsa,” ujar Firdaus. Perjalanan Mu’ti dari seorang anak kecil yang bersepeda jauh ke sekolah hingga memimpin institusi pendidikan nasional menjadi inspirasi tentang pentingnya kerja keras dan tidak melupakan jasa-jasa mereka yang telah membimbing.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Beasiswa Clinical Genomics Fellowship 2026 Dibuka untuk Dokter dan Peneliti Kesehatan

Unila Resmi Tetapkan Tiga Kandidat Rektor untuk Periode 2027-2031

Strategi Ekonomi Kreatif Melalui Pendidikan: Cara Trenggalek Ubah Talenta Lokal Jadi Peluang Kerja

