
Sistem kredit semester (SKS) dan kartu rencana studi (KRS) yang selama ini diterapkan di perguruan tinggi kini menjadi sorotan. Prof Harjanto Prabowo, seorang tokoh di bidang pendidikan, mengatakan sistem tersebut justru menimbulkan kesulitan bagi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.
Menurut Prabowo, permasalahan ini perlu ditangani dengan melakukan perombakan mendalam terhadap mekanisme SKS dan KRS. Dia percaya bahwa sistem yang lebih fleksibel dan ramah terhadap mahasiswa akan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Prabowo juga menekankan bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di kampus harus dimanfaatkan untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan tinggi yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Teknologi ini, menurut dia, seharusnya menjadi alat untuk mempermudah, bukan memperumit proses akademik mahasiswa.
Masukan ini menunjukkan perlunya dialog serius antara akademisi, kampus, dan pengambil kebijakan pendidikan untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih kondusif. Reformasi sistem registrasi akademik dianggap kunci untuk meningkatkan efektivitas perjalanan studi mahasiswa di masa depan.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah UGM Adalah Dirinya Sendiri

Pasar Kerja Indonesia Tumbuh, 1,44 Juta Orang Baru Terserap dalam Setahun

Kementerian Buka Kesempatan Beasiswa untuk Mahasiswa S3, Terbuka untuk Lokal dan Mancanegara

