
Pemerintah akan membawa kembali sistem penjurusan di tingkat SMA mulai tahun ajaran 2027/2028. Langkah ini mendapat dukungan dari para ahli pendidikan yang melihat manfaatnya bagi persiapan siswa memasuki kampus.
Pakar pendidikan Ki Darmaningtyas mengatakan bahwa penjurusan membantu perguruan tinggi mencari calon mahasiswa dengan latar belakang ilmu yang tepat. Saat ini, banyak siswa masuk ke program yang tidak sesuai dengan basic knowledge mereka.
“Jadi misalnya yang daftar di fakultas-fakultas eksakta sekarang ini sudah sekitar 4% itu berasal dari jurusan yang tidak ber-background IPA misalnya. Tentu ini akan saya menyulitkan dalam proses pembelajaran dan juga akhirnya nanti kualitas pendidikannya juga menjadi kurang bagus,” ujar Darmaningtyas.
Manfaat lain dari penjurusan adalah memudahkan sekolah dalam merencanakan fasilitas pendidikan. Dengan mengetahui jumlah siswa per jurusan, sekolah bisa menyiapkan laboratorium dan sumber daya lainnya dengan lebih efisien dan tepat sasaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa jurusan yang akan dihidupkan adalah IPA, IPS, dan Bahasa. Ia tidak menutup kemungkinan akan ada jurusan baru sebagai penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan masa kini.
Mu’ti menekankan bahwa penjurusan penting untuk memastikan siswa memiliki fondasi pengetahuan yang kuat sebelum memasuki perguruan tinggi. Pengenalan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi bagian dari strategi untuk mengarahkan siswa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Pembukaan jurusan tambahan dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan dan dinamika perkembangan keilmuan. Dengan kembalinya sistem penjurusan, diharapkan siswa akan lebih siap dan terarah dalam melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Taman Bendera Pusaka Jakarta Masuk 40 Besar Penghargaan Desain Internasional Seoul

UNAIR Terpilih Jadi Penyelenggara KPPTI 2026, Ajak Perguruan Tinggi Berbagi Pengalaman

Akademisi Desak Kampus Tinjau Ulang Sistem SKS-KRS yang Membebani Mahasiswa

