
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengambil langkah proaktif dengan menutup retakan tanah di salah satu desa untuk mencegah terjadinya pergerakan tanah yang lebih serius. Tindakan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang dilakukan menjelang datangnya musim penghujan.
Keputusan ini diambil mengingat kondisi geografis Banjarnegara yang cukup rentan terhadap bencana alam. Sekitar 70 persen dari total wilayah kabupaten tersebut termasuk dalam kategori daerah rawan bencana, terutama terkait gerakan tanah dan longsor.
Penutupan retakan tanah dianggap penting sebagai langkah pencegahan dini. Dengan adanya retakan di permukaan, aliran air hujan dapat meresap lebih dalam dan memicu pergerakan lapisan tanah. Oleh karena itu, upaya menutup celah-celah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko bencana saat intensitas curah hujan tinggi.
Upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah ini menunjukkan komitmen dalam melindungi warga dari ancaman bencana alam. Dengan perencanaan matang sebelum musim penghujan tiba, diharapkan dapat meminimalkan kerugian materil dan korban jiwa di daerah yang sudah terbukti rawan terhadap bencana geologi.
Sumber: Antara News




