
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi baru saja merilis panduan praktis untuk membantu kampus-kampus di Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca. Dokumen yang disebut Panduan Menuju Nol-Emisi Kampus (Net Zero Campus) ini adalah hasil kerja sama dengan dua lembaga riset, Climateworks Centre dan The Purnomo Yusgiantoro Center.
Panduan tersebut dirancang sebagai roadmap bagi kampus untuk mempercepat pengurangan jejak karbon mereka, sejalan dengan target pemerintah mencapai nol emisi bersih pada tahun 2060. Menurut Sekretaris Jenderal kementerian, Prof Badri Munir Sukoco, kampus memiliki peran penting sebagai model yang bisa menunjukkan dampak nyata dalam upaya lingkungan.
Badri menjelaskan bahwa kementerian telah mengeluarkan peraturan baru tentang penilaian kinerja kampus berdampak yang mencakup tiga aspek: dampak ekonomi, dampak sosial, dan dampak lingkungan. “Saat ini, sebanyak 126 PTN dan 115 PTS Unggul telah menyampaikan laporan kinerja mereka,” ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026).
Untuk menghindari beban administrasi yang berlebihan, Badri menekankan pentingnya mengintegrasikan sistem pelaporan emisi menjadi satu saluran tunggal. Hal ini penting mengingat banyaknya lembaga pemeringkat lingkungan internasional seperti QS Sustainability Report dan Times Higher Education Impact Report yang masing-masing meminta laporan terpisah.
Inisiatif Net Zero Campus juga sejalan dengan program Kampus ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) yang dijalankan pemerintah. Hingga kini, sekitar 200 perguruan tinggi sudah terlibat dalam pengelolaan lingkungan melalui program daur ulang dan ekonomi sirkular, yang terbukti efisien dan menguntungkan secara ekonomi.
Filda Citra Yusgiantoro dari Purnomo Yusgiantoro Center mengatakan sektor pendidikan tinggi memiliki potensi besar untuk mendorong aksi perubahan iklim. Dengan sekitar 4.000 perguruan tinggi dan 11 juta sivitas akademika di Indonesia, kampus dapat melakukan tindakan nyata mulai dari efisiensi energi, manajemen gedung, hingga mobilitas ramah lingkungan.
Panduan ini dikembangkan dengan mempelajari kesuksesan dekarbonisasi di negara lain seperti Australia, khususnya pengalaman Monash University. Panduan dilengkapi daftar periksa yang fleksibel sehingga setiap kampus dapat menerapkannya sesuai kemampuan masing-masing, baik kampus besar maupun kecil.
Dokumen panduan dapat diakses secara gratis secara online dan mencakup penerapan prinsip nol emisi bersih di berbagai aspek operasional kampus, mulai dari energi, mobilitas, fasilitas, hingga manajemen limbah dan daur ulang. Upaya kolaboratif ini menunjukkan komitmen institusi pendidikan dalam turut berkontribusi pada target iklim global.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

LPS Mempercepat Persiapan Program Jaminan Polis Asuransi untuk Lindungi Nasabah

12 Kampus Dunia Jadi Inspirasi: Begini Cara Mereka Integrasikan Pendidikan Iklim dalam Kuliah

Satu Tersangka Perundungan yang Tewaskan Teman Disabilitas Masuk Program Rehabilitasi

