
Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat prestasi gemilang dengan menempatkan 17 penelitinya dalam daftar World’s Top 2% Scientist tahun 2026. Pengakuan internasional ini diumumkan oleh Elsevier, penerbit ilmiah terkemuka dunia, dan menunjukkan kualitas riset serta publikasi akademis yang dihasilkan institusi tersebut.
Rektor UGM, Prof dr Ova Emiliah PhD, menganggap pencapaian ini sebagai bukti nyata komitmen kampus terhadap keunggulan akademik. “Segenap capaian ini senantiasa akan menjadi inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di masa depan,” ungkapnya saat mengapresiasi kerja keras para peneliti.
Riset-riset yang masuk daftar tersebut mencakup berbagai bidang ilmu. Mulai dari pengembangan bahan ramah lingkungan, analisis ekosistem pantai, hingga upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan anak. Keberagaman topik penelitian ini mencerminkan komitmen UGM dalam menghadirkan solusi untuk berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
Salah satu peneliti yang menonjol ialah Indah Kartika Murni dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Dia fokus pada deteksi dini penyakit pada anak, khususnya penyakit jantung bawaan. Penelitiannya menemukan bahwa 60 persen dari 850 anak yang diteliti mengalami keterlambatan diagnosis penyakit jantung bawaan, sedangkan pada kasus berat angka ini melampaui 85 persen.
Inovasi Indah melibatkan penggunaan pulse oximeter (alat pengukur oksigen darah) untuk skrining penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir. Studi melibatkan 1.450 bayi di empat rumah sakit Yogyakarta dan berhasil mengidentifikasi delapan kasus kritis, menghasilkan bukti ilmiah yang mendukung pembuatan kebijakan kesehatan nasional.
“Salah satu kontribusi terpenting dari penelitian saya adalah yang tentu saja kami lakukan bersama tim, yaitu menghasilkan bukti ilmiah yang relevan dengan kondisi negara berkembang seperti Indonesia mengenai bagaimana intervensi yang berbasis bukti, yang relatif sederhana dan terjangkau, dapat meningkatkan keselamatan pasien dan juga kualitas pelayanan kesehatan,” jelas Indah mengenai pendekatan penelitiannya.
Bidang lain yang mendapat pengakuan internasional ialah teknologi hasil hutan. Ragil Widyorini dari Fakultas Kehutanan berhasil mengembangkan komposit ramah lingkungan berbahan serat alam, kayu berkualitas rendah, dan limbah pertanian dengan perekat alami bebas formaldehida. Material inovatif ini membuka peluang pemanfaatan sumber daya alam Indonesia dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Peneliti ketiga yang meraih prestasi ini ialah Pramaditya Wicaksono dari Fakultas Geografi. Dia mengembangkan metode pemetaan untuk mengidentifikasi kondisi ekosistem pesisir dan padang lamun. Data yang dihasilkan menjadi rujukan bagi pemerintah dan organisasi nonpemerintah dalam mengelola wilayah pesisir, termasuk perhitungan karbon biru dan ekonomi biru.
Pramaditya mencatat bahwa perhatian terhadap padang lamun masih tertinggal dibanding ekosistem pesisir lainnya, namun tren global terhadap ekonomi biru dan karbon biru membuka peluang pendanaan yang lebih besar untuk penelitian di bidang ini. Kombinasi ketiga penelitian ini menggambarkan bagaimana akademisi UGM berkontribusi pada isu-isu global sambil tetap relevan dengan kebutuhan lokal Indonesia.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Kementerian Haji Desak Penguatan Lembaga Pengelola Dana Haji dalam Revisi Undang-Undang

51 Sekolah Garuda Buka Pintu untuk Calon Siswa dan Orang Tua Akhir Pekan Ini

Kemenag Terapkan Tes Baca Kitab Suci untuk Calon Guru Agama Sekolah Rakyat

