Kemenag Terapkan Tes Baca Kitab Suci untuk Calon Guru Agama Sekolah Rakyat

Kemenag Terapkan Tes Baca Kitab Suci untuk Calon Guru Agama Sekolah Rakyat

Kementerian Agama akan memperkenalkan standar baru dalam proses rekrutmen guru agama untuk Sekolah Rakyat. Salah satu yang paling menonjol adalah tes kemampuan membaca kitab suci yang akan menjadi bagian dari tahap wawancara. Langkah ini diambil setelah sejumlah rapat koordinasi antara berbagai direktorat di lingkungan Kemenag, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Kepegawaian Nasional.

Proses seleksi calon guru agama Sekolah Rakyat akan terdiri dari tiga tahapan: seleksi administrasi, tes komputer (CAT), dan wawancara. Pada fase wawancara, calon guru akan dinilai dalam dua aspek utama yakni kemampuan membaca kitab suci serta pemahaman keagamaan dan komitmen kebangsaan mereka.

Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag M Munir menjelaskan alasan di balik kebijakan ini. “Guru agama ASN pada sekolah harus diuji kemampuan baca kitab sucinya. Kalau Islam, ya harus bisa baca Al-Qur’an. Survey yang kita lakukan tahun lalu menunjukkan bahwa hanya 12% dari toral guru PAI se-Indonesia yang mahir membaca Al-Qur’an. Untuk Sekolah Rakyat, kita jangan sampai kecolongan lagi,” ungkapnya.

Kemenag juga memastikan bahwa calon guru memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan loyalitas terhadap nilai-nilai kebangsaan. Untuk kelancaran implementasi, berbagai persiapan teknis sedang dilakukan, mulai dari penyiapan instrumen tes, penetapan penguji, hingga integrasi sistem aplikasi dengan database dari BKN dan platform pendidikan lainnya.

Para pendaftar yang lolos seleksi akan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Besaran gaji pokok mereka akan berkisar dari Rp 1.938.500 hingga Rp 7.329.900 per bulan tergantung golongan, sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2024. Selain gaji pokok, guru PPPK juga akan menerima tunjangan, meski jumlahnya akan dikurangi dengan pajak penghasilan yang menjadi tanggung jawab guru itu sendiri.

Sumber: Detik.com

Baca Juga

Scroll to Top