
Di tengah spekulasi yang beredar soal kemungkinan serangan militer, Presiden AS Donald Trump justru mengumumkan hal sebaliknya — bahwa Washington tidak akan menyerang Iran setidaknya hingga pemilu sela AS selesai digelar.
Trump menyampaikan pernyataan itu melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Jumat (9/10/2026). Ia menegaskan bahwa kedua negara kini tengah dalam jalur komunikasi, meski situasi Iran ia gambarkan dalam kondisi buruk. “Saya ingin memperjelas kepada semua pihak bahwa, meskipun kondisi Iran sangat buruk, baik secara ekonomi maupun militer, dan meskipun blokade akan tetap diberlakukan sepenuhnya… kita tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilu sela yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat pada 3 November,” tegasnya.
Trump juga menyinggung soal pasokan minyak yang ia klaim masih mengalir melalui Selat Hormuz — jalur laut yang kini dikuasai Iran dan menjadi titik sengketa utama dalam perang yang sudah berlangsung hampir delapan bulan ini. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang sangat penting bagi aliran minyak dan gas ke seluruh dunia.
Pernyataan Trump muncul tak lama setelah harga minyak global melonjak pada Kamis (8/10), dipicu oleh laporan sejumlah media besar AS yang menyebut Gedung Putih tengah meminta Pentagon — kementerian pertahanan AS — untuk menyiapkan opsi serangan terhadap Iran. Laporan itu pertama kali muncul dari majalah The Atlantic, lalu disusul New York Times sehari kemudian.
Meski menyebut ada “diskusi produktif” dengan Iran, Trump tidak merinci lebih jauh isi pembicaraan tersebut. Sebelumnya, ia juga menolak tawaran terbaru dari Teheran karena menilai syarat-syarat yang diajukan Iran tidak bisa diterima oleh AS.
Dengan pemilu sela tinggal beberapa pekan lagi, pernyataan Trump ini setidaknya memberikan sinyal bahwa eskalasi militer terbuka antara dua negara itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat — meski ketegangan di kawasan Timur Tengah masih jauh dari reda.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Karyawan Athena Group Bersaksi: Richard Lee Tak Punya Kendali Operasional Perusahaan

Empat ABK Korban Penganiayaan di Kapal Cumi Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

Pencuri Bermasker Gasak Brankas dan HP di Toko Sembako Depok, Polisi Turun Tangan

