Rangkuman Ekonomi: Moratorium Smelter Nikel, Pembiayaan UMKM, hingga Keyakinan Luhut soal Ekonomi RI

Rangkuman Ekonomi: Moratorium Smelter Nikel, Pembiayaan UMKM, hingga Keyakinan Luhut soal Ekonomi RI

Sejumlah isu ekonomi besar mewarnai perbincangan publik pada Rabu (7/10), mulai dari wacana pembatasan pembangunan smelter nikel, catatan pembiayaan usaha kecil, hingga pernyataan tegas soal ketahanan ekonomi Indonesia di hadapan investor global.

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membuka kemungkinan diberlakukannya moratorium—atau penghentian sementara—pembangunan smelter nikel yang masih menghasilkan produk setengah jadi. Pertimbangan ini muncul karena pasokan nikel di pasar dunia dinilai sudah terlalu banyak dan berisiko menekan harga.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kabar positif dari sektor usaha kecil dan menengah. Total pembiayaan yang mengalir ke UMKM dari berbagai lembaga keuangan sudah menyentuh Rp1.949 triliun per Juli 2026, tumbuh sekitar 3,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa angka itu bukan tujuan akhir. “Tujuan yang sesungguhnya adalah menciptakan UMKM yang lebih produktif, lebih berdaya saing, lebih tangguh menghadapi perubahan, serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dari sektor transportasi, Kementerian Perhubungan berencana menerapkan teknologi biometrik—sistem pengenalan identitas lewat sidik jari atau wajah—di bandara-bandara Indonesia. Tujuannya agar proses keberangkatan penumpang lebih cepat dan nyaman, tanpa mengorbankan keamanan maupun perlindungan data pribadi.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merespons proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026. Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menyebut angka itu sebagai sinyal positif, meski mengingatkan agar kondisi daya beli masyarakat di lapangan tetap dipantau dengan seksama.

Menutup rangkaian kabar ekonomi hari itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan tampil di hadapan para investor dalam forum keberlanjutan internasional di Jakarta. Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan mengajak pelaku usaha asing maupun domestik untuk tidak ragu berinvestasi di tengah ketidakpastian global yang sedang berlangsung. Pesan-pesan ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas ke depannya.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top