Siswa SMA di Jakarta Dapat Edukasi Bahaya Narkoba dari BUMN dan BNN

Siswa SMA di Jakarta Dapat Edukasi Bahaya Narkoba dari BUMN dan BNN

Ratusan pelajar di dua sekolah menengah atas Jakarta mendapat kesempatan belajar langsung soal bahaya narkoba dari petugas BNN. Kegiatan ini bukan sekadar ceramah biasa, melainkan bagian dari program sosial perusahaan pelat merah yang sengaja menyasar usia sekolah.

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menggelar program edukasi bertajuk ‘Merdeka Tanpa Narkoba’ di SMAN 13 dan SMAN 80 Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Pelindo Regional 2 dan BNN Kota Jakarta Utara sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Dalam sesi edukasi tersebut, siswa mendapat penjelasan langsung dari petugas BNN soal risiko penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik, kehidupan sosial, dan masa depan mereka. Materi juga mencakup cara mengenali situasi yang berisiko serta pentingnya selektif dalam memilih lingkungan pergaulan.

Senior Vice President Sekretariat PSL, Dewi Fitriyani, menyebut momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan generasi muda soal ancaman nyata di sekitar mereka. “Karena itu, edukasi dan pendampingan sejak usia sekolah menjadi penting agar para pelajar memiliki pemahaman dan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan sekitarnya,” ujar Dewi.

Kepala BNN Kota Jakarta Utara, Kombes Pol Irwan Andi Purnamawan, menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. “Pencegahan narkoba membutuhkan sinergi. Tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Kolaborasi dengan dunia pendidikan, pemerintah, BUMN, dan masyarakat menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan membangun generasi muda yang sehat serta memiliki masa depan,” kata Irwan.

Salah satu peserta, Varel Agustyno D dari SMAN 80 Jakarta, mengaku kegiatan ini membuka matanya lebih lebar. “Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih memahami bahwa narkoba bisa berdampak pada kesehatan dan masa depan. Menurut saya, sebagai pelajar kita harus lebih berhati-hati dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan serta berani menolak hal-hal yang dapat merugikan,” ungkapnya.

Program ini juga dikaitkan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan hidup sehat dan sejahtera. Edukasi semacam ini diharapkan bisa terus meluas dan menjadi gerakan bersama, karena membangun generasi yang bebas narkoba adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top