Puisi Ramadhan Singkat Menyambut Bulan Puasa

  • Whatsapp
Ilustrasi Puisi Ramadhan
Ilustrasi Puisi Ramadhan/Pexel/Ahmed Aqtai

LITERA NEWS – Melalui puisi, Anda dapat menuangkan isi hati Anda ke dalam bentuk tulisan sederhana namun penuh makna, termasuk puisi Ramadhan singkat untuk menyambut sucinya bulan puasa.

Beberapa orang beranggapan bahwa menulis puisi itu sulit. Padahal menulis itu mudah. Apalagi jika terus dilatih.

Bacaan Lainnya

Bulan suci Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan akan tiba sebentar lagi. Ini menjadi moment yang sangat ditunggu umat islam.

Menyambut datangnya Bulan Ramadhan dengan perasaan senang dan gembira merupakan salah satu bentuk keimanan seorang muslim.

Sambutan ini selayaknya menyambut tamu agung. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan dalam menyambut Bulan Ramadhan.

Ragam upaya ini bisa menjadi cara terbaik Anda dalam menyambut ramadhan, salah satunya dengan menulis dan membacakan puisi.

Anda dapat menulis dan  membagikan puisi ramadhan singkat di akun media sosial pribadi sebagai ungkapan rasa senang dan bahagia saat menyambut Bulan Ramadhan.

Berikut Litera lampirkan beberapa contoh puisi Ramadhan singkat yang dapat dijadikan inspirasi menulis puisi untuk dibagikan ke akun media sosial pribadi.

Puisi di bawah ini adalah puisi karya Pensil Kajoe dalam buku berjudul Nice to Meet You Ramadhan yang diterbitkan oleh Omera Pustaka.

Ilustrasi Puisi Ramadhan
Ilustrasi Puisi Ramadhan/Pexel/Ahmed Aqtai

Puisi 1 : ANGIN BULAN RAMADHAN

Karya : Pensil Kajoe

Tercium semerbak Kasturi

Ramadhan Syahdu di depan pintu

Jatuh air mata

Ingat alpa dan dosa

Pada Allah Azza Wajalla, pada manusia, pada sesama, padaMu

Dapatkah tulisan mewakili kata maaf

Semoga ini bukan yang terakhir

Melepas rindu bersama ramadhan

Juga bersamaMu

Puisi di atas mewakili perasaan seseorang ketika mendekati Bulan Ramadhan. Terlihat perasaan sesal di hadapan Allah atas dosa yang ia perbuat.

Puisi 2 : SEBENTAR LAGI

Karya : Pensil Kajoe

Sebentar lagi

Masjid dan mushala penuh jamaah shalat

Sebentar lagi

Lantunan ayat-ayat Qur’an diperdengarkan

Sebentar lagi

Iklan-iklan makanan, minuman di siang hari

Begitu Menggoda

Sebentar lagi

Anak-anak kecil, remaja

Memenuhi jalanan kampong

Seperti karnaval

Selepas subuh

Sebentar lagi

Ujian kesabaran digelar

Kekangan hawa nafsu dilangsungkan

Sebentar lagi

Dia yang dirindukan datang

Setahun tak bertemu

Rasa rindu menggebu-gebu

Siapkah bersamanya lagi

Mungkin yang terakhir kali

Puisi ini mewakili perasaan rindu dan senang yang ketika menyambut Bulan Ramadhan. Ada bayangan senang ketika menikmati suasana Ramadhan.

Puisi 3 : NICE TO MEET YOU RAMADHAN

Karya : Pensil Kajoe

Setahun sudah kita berpisah

Banyak kejadian selepas kau pergi, dulu

Aku lalai pesanmu waktu itu

Padahal aku yang berjanji setia

Aku malu

Saat kau datang lagi

Aku masih seperti ini

Tak ubahnya yang dulu

Hanya usia semakin

Semoga kau tak marah padaku

Melarangku bersamamu

Kau terlalu baik, seperti pesan Tuhan

Yang kau bawa

Nice to meet you

Semoga perjumpaan kali ini

Aku bisa menepati janji

Sebab aku manusia yang sering lupa

Puisi ini menggambarkan ungkapan hati saat bermuhasabah diri. Ia coba menelaah kembali apa saja yang telah ia lakukan selepas bulan Ramadhan setahun lalu.

Banyak kebaikan yang telah ia rencanakan. Namun ada banyak yang juga tak terlaksana. Ini menjadi laksamana kesedihannya.

Puisi 4 : MENCARI HILAL

Ilustrasi Puisi Ramadhan
Ilustrasi Puisi Ramadhan/Pexel/Ahmed Aqtai

Karya : Pensil Kajoe

Di ufuk langit kucari setitik cahaya

Tanda bulan indah tiba

Dengan airmata kusambut

Haru bahagia juga sedih berbaur

Ramadhan di depan mata

Mencari hilal

Memastikanmu datang

Menyambutmu dengan salam

Marhaban ya Ramadhan

Hilal adalah bulan sabit yang kita lihat pada fase setelah bulan baru. Hilal menjadi penanda bahwa telah ada pergantian bulan dalam kalender hijriyah. Saat hilal belum tampak, tanda belum terjadi pergantian bulan.

Puisi berjudul Mencari Hilal mewakili perasaan senang dan haru ketika menunggu pergantian bulan dan menyambut Ramadhan tiba. Artinya, Ramadhan adalah bulan yang dinantikan dan tinggal menghitung hari.

Puisi 5 : SEPERTI PENGUNGSI BEREBUT NASI

Karya : Pensil Kajoe

Bedug bertalu Azan berkumandang

Mata nanar jadi berbinar

Sajian di meja seolah makanan surga

Perut-perut kosong terisi kembali

Sikat ayam goreng, sikat tempe bacem, sikat ini itu

Seperti kesetanan

Apa esensi puasa hanya itu?

Balas dendam makan

Karena menahan lapar seharian

Untuk apa perut dikosongkan

Jika jiwa tidak ikut ditempa

Puasa bukan semata perut kosong

Tanpa isi, tapi jadikan hati bernutrisi

Lebih peka pada intuisi

Jangan hanya nasi dalam pikiranmu

Kajilah bahwa di bumi

Kita ibarat pengungsi

Catatan puisi ini gambaran keadaan yang kerap terjadi di waktu berbuka puasa. Tak sedikit orang yang memahami bahwa puasa hanya sekadar menahan makan dan minum.

Padahal, makna sebenarnya adalah puasa melatih manusia untuk membersihkan hati dari nafsu dan mengisi jiwa dengan keimanan kepada Allah SWT.

Itulah contoh puisi Ramadhan singkat sebagai ungkapan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita ikut andil dalam menyambut bulan suci ini.

Semoga Ramadhan tahun ini, kita semua dapat mengambil banyak keberkahan dan kemuliaan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *