Perawatan Gangguan Kecemasan: Mudah, Ini Caranya

  • Whatsapp
Cara Perawatan Gangguan Kecemasan
Ilustrasi Gangguan Kecemasan/Pixabay/Anemone123

LITERA NEWS – Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan, dan perawatan pada gangguan tersebut mungkin menjadi pilihan terbaik untuk bisa sembuh, mengelola dan menghadapi apa yang tengah terjadi.

Gangguan kecemasan merupakan reaksi tubuh yang normal apalagi ketika menghadapi situasi yang genting. Ada sebagian orang menganggap ini biasa, karena kepanikan akan suatu hal.

Bacaan Lainnya

Namun, jika Anda mengalami kecemasan yang berlebihan atau bahkan tanpa alasan apapun, Anda mungkin perlu menelaah kembali sebab bisa saja Anda mengalami gangguan kecemasan. Bahkan bisa jadi sampai pada tahap perawatan.

Gangguan kecemasan berdasarkan diagnostic statistical manual adalah kecemasan yang dialami seseorang hampir setiap hari dalam rentang waktu setidaknya enam bulan.

Pada umumnya, gejala yang dihadapi adalah sulit mengendalikan perasaan cemas yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Meski begitu banyak sekali penderita gangguan kecemasan yang tidak menyadari mengalami hal tersebut meskipun mereka sudah merasakannya selama berbulan-bulan, seperti gelisah, susah berkonsentrasi, sulit tidur, otot, tegang hingga kelelahan. Bahkan sampai pengaruh pada kesehatan.

Gangguan kecemasan ini memang berpengaruh pada gejala fisik, suasana hati dan kognitif. Maka dari itu, sebagian orang memilih melakukan perawatan ketika mengalami gangguan kecemasan.

Apa yang ada pada diri seseorang adalah cara terbaik dalam menghadapi gangguan kecemasan yang melanda, sehingga bisa melakukan perawatannya sendiri.

Cara Melakukan Perawatan Gangguan Kecemasan

Untuk meminimalisir gangguan kecemasan Anda semakin parah, Anda tentu perlu mengetahui cara mengelola gangguan kecemasan ketika mendera Anda, seperti Litera News kutip dari  laman the healthy, berikut 10 cara mengelola gangguan kecemasan:

1. Singkirkan Kemungkinan Pemicu

Ketika Anda mengalami gangguan kecemasan, Anda harus segera mengecek terlebih dahulu apakah kondisi fisik Anda sehat atau tidak pada dokter yang tepat.

Jika kondisi tubuh Anda sehat dan tidak mengalami gangguan apapun, dokter mungkin akan merujuk Anda pada psikolog untuk mengetahui lebih dalam apa yang sedang Anda alami.

 Pastikan juga Anda tidak mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping seperti menimbulkan kecemasan.

2. Sadarilah Bahwa Anda Tidak Dalam Bahaya

Mewaspadai apa yang terjadi sangatlah penting. Dalam kondisi panik karena suatu hal, seseorang juga perlu mengendalikan dirinya agar tidak cemas berlebih.

Maka dari itu, ketika Anda merasa mengalami kecemasan seperti ditandai dengan jantung berdegup kencang, mual, denyut nadi tak beraturan dan gemetar, ini merupakan gejala fisik gangguan kecemasan yang harus disadari.

Di saat seperti itu, diri ini sedang tidak baik-baik saja. Hal tersebut dialami oleh banyak penderita karena dipicu pemikirannya sendiri.

Baca Juga: Efek Samping Daun Pegagan NGERI, Tapi Banyak Manfaat

Memikirkan hal-hal negatif ketika mengalami kecemasan dan serangan panik adalah risiko besar dan berat yang harus dihadapi.

Terlebih lagi kertika memikirkan kematian, kehancuran karir, dan perasaan sedih pada orang-orang yang ditinggalkan, ini jugalah yang menjadi penyebab kecemasan itu berlebih.

Gejala gangguan kecemasan memang cukup mengkhawatirkan, tapi harus Anda sadari bahwa Anda tidak dalam keadaan bahaya. Gangguan tersebut akan mereda setelah 2-3 menit.

3. Bernapaslah dengan Tenang dan Perlahan

Langkah terbaik ketika Anda mengalami gangguan  kecemasan adalah dengan menarik napas dalam. Tarik napas menggunakan hidung, tahan di dada dan keluarkan dari mulut secara perlahan.

Lakukan berulang-ulang hingga Anda merasa mulai membaik. Bernapaslah secara perlahan, sebab ketika panik Anda biasanya akan bernapas lebih cepat dari biasanya.

4. Mengatur Pola Makan yang Sehat

Makanan ternyata dapat membuat stres Anda mereda lho. Sebab jika Anda kurang makan, gula darah Anda akan naik dan memicu kecemasan Anda.

Selain itu, menghindari kafein dan alkohol juga dapat meredakan kecemasan Anda juga. Jadi, mulai batasi diri Anda dari makanan atau minuman tersebut ya!

5. Olahraga Teratur

Olahraga yang teratur tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik Anda, tapi juga berguna bagi kesehatan mental. Para peneliti mengungkapkan bahwa olahraga seperti berlari mengaktifkan zat kimia otak yang dapat  mengurangi kecemasan.

Selain itu latihan aerobik juga dapat memproduksi endorfin di otak Anda, yang memicu perasaan bahagia. Sementara olahraga sederhana seperti berjalan kaki juga dapat mengalihkan diri Anda dari kecemasan.

6. Kenali Pemicu

Meski faktor penyebab gangguan kecemasan adalah pola asuh dan genetika, tapi Anda juga dapat mengenali pemicunya yang berasal dari aktivitas sehari-hari Anda.

Misal, seorang Ibu yang stres karena baru saja memiliki bayi. Ia mengalami perubahan status, peran, dan hidupnya juga mengalami perubahan.

Tekanan-tekanan semacam ini dapat mempengaruhi gangguan panik dan kecemasan Anda dan dapat makin buruk jika tidak ditangani dengan tepat.

7. Tidur yang Cukup

Memiliki pola tidur yang baik merupakan salah satu kunci agar Anda dapat mengelola kecemasan dan gangguan panik Anda.

Ketika tidur Anda terganggu tentu suasana hati Anda tidak akan baik dan akan berdampak pada kesulitan Anda mengelola stres.

Menurut penelitian, tidur secara langsung dapat memengaruhi kesehatan mental Anda.

Sebab berdasarkan meta analisis 2016 bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kecemasan, hal ini dipicu oleh ketidakseimbangan hormon dan meningkatnya adrenalin yang disebabkan oleh tidur yang kurang.

8. Jangan Biarkan Gangguan Panik dan Kecamasan Merubah Anda

Ketika seseorang mengalami gangguan panik dan kecemasan, mereka akan cenderung berhenti beraktivitas. Mereka akan takut pergi keluar rumah karena merasa terancam dan dalam bahaya.

Mereka juga mungkin akan takut memeriksakan diri ke dokter karena sulit menerima kenyataan bahwa mereka memiliki penyakit yang parah.

Perilaku seperti ini tentu akan banyak menghambat hidup penderita gangguan panik dan kecemasan. Karir mereka mungkin akan hancur dan kehidupan sosial mereka berantakan jika ini berlangsung lama.

9. Datang Ke Psikolog

Jika Anda merasa sudah tidak bisa mengelolanya sendirian, pergi ke psikolog tentu pilihan yang tepat. Anda dapat mengungkapkan semua kecemasan yang Anda alami.

Anda dapat bersama-sama memecahkan permasalahan yang Anda hadapi.

Untuk gangguan kecemasan, idealnya psikolog akan memberikan Anda Terapi Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang menurut penelitian dapat mengurangi kecemasan dan gangguan panik.

Terapi CBT ini adalah jenis terapi kognitif, terapi ini bertujuan untuk melatih cara berpikir dan bertindak. Sebab gangguan kecemasan dipicu oleh pikiran-pikiran Anda yang tidak irasional.

10. Pertimbangkan Alternatif Terapi Lain

Tentu tidak semua orang dapat berkonsultasi dengan psikolog, selain karena biaya yang mesti dikeluarkan mungkin sebagian penderita gangguna kecemasan tidak nyaman bertemu orang baru meskipun seorang psikolog.

Namun, di era digital ini Anda dapat melakukan terapi secara online. Saat ini sudah tersedia banyak aplikasi, sosial media, maupun laman untuk anda konseling secara daring.

Itulah 10 tips untuk mengelola gangguan kecemasan. Tetap optimis, kondisi Anda pasti akan membaik! ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *