Pembagian Daging Aqiqah Mentah, Bolehkah?

  • Whatsapp
Pembagian Daging Aqiqah Mentah
Ilustrasi Daging Mentah/Pixabay/u_rt5bpvly

LITERA NEWS – Apakah pembagian daging aqiqah mentah diperbolehkan? Apakah harus matang? Dalam hal ini disebutkan diberbagai sumber bahwasannya, membagikan daging hewan aqiqah ada dua cara.

Pertama, dibagikan mentah. Kedua, dibagikan setelah matang atau daging yang telah dimasak. Keduanya itu dibagikan kepada orang fakir miskin, kerabat, tetangga atau lainnya.

Bacaan Lainnya

Cara lain pada cara kedua, bisa dengan mengundang yang berhak menerima daging aqiqah di atas ke rumah untuk makan daging hewan aqiqah secara bersama-sama.

Imam Ibnu Sirin berkata, hal tersebut boleh. Dijelaskannya, daging aqiqah bisa digunakan untuk keperluan apa saja dan dibagikan seperti apa saja, baik mentah maupun dimasak terlebih dahulu.

Penjelasan Tentang Pembagian Daging Aqiqah Mentah atau Matang

Hal ini seperti yang tercantum dalam kitab Almugni,

قال محمد بن سيرين من التابعين: اصنع بلحمها كيفما شئت

Artinya: “Gunakanlah daging hewan akikah seperti apa saja yang kamu suka.”

Kendati demikian, membagikan daging aqiqah dalam keadaan yang sudah masak lebih baik dari pembagian daging aqiqah mentah.

Seperti yang disebutkan di dalam kitab Almusfashshal fi Ahkamil Aqiqah:

واستحب كثير من اهل العلم ان لا يتصدق نيئا بل يطبخ ويتصدق به على الفقراء بارساله لهم

“Kebanyakan ulama (ahlul ilmi) menganjurkan agar daging hewan akikah tidak dibagikan dalam keadaan, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian disedekahkan orang fakir.”

Baca Juga: Ketika Barang Hilang di Masjid, Ini yang Dilarang Rasulullah

Demikian juga yang telah disebutkan pada kitab Atahzib, Imam Albaghawi yang menjelaskan hewan aqiqah sebaiknya diberikan dalam kondisi yang telah matang.

ويستحب الا يتصدق بلحمها نيئا بل يطبخه ويبعث الى الفقراء بالصحاف

“Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan akikah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.”

Alasan kenapa lebih utama memberikan daging aqiqah yang telah masak, meski diperbolehkan pembagian daging aqiqah mentah adalah agar daging tersebut bisa langsung dimakan. Tanpa membebankan si penerima untuk mengeluarkan biaya lainnya dalam memasak daging aqiqah yang diberikan.

اذا طبخها فقد كفى المساكين والجيران مؤنة الطبخ وهو زيادة في الاحسان وفي شكر هذه النعمة

“Jika dia sudah memasak daging hewan akikah tersebut, maka orang miskin dan tetangga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk masak. Hal tersebut menambah dalam kebaikan dan dalam mensyukuri nikmat ini.”

Apa Makna Aqiqah

Selain memahami tentang boleh tidak pembagian daging aqiqah mentah, dan terkait anjuran yang lebih baik tentang memberikan daging aqiqah matang, makna aqiqah juga penting untuk dipahami.

Dikutip dari Buku Pendidikan Anak Dalam Islam, Penerbit Fathan Prima Media, secara bahasa, Aqiqah diartikan dengan memotong. Dalam istilah, aqiqah dijelaskan sebagai menyembelih kambing untuk anak yang dilahirkan pada hari ketujuh dari kelahirannya.

Dalil disyariatkan aqiqah ini seperti yang dijelaskan Imam Al-Bukhari menyebutkan dalam kitab Shahih-nya dari Salman bin ‘Ammar adh-Dhabi, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

“Bersama seorang anak itu aqiqah. Maka tumpahkanlah darah untuknya (aqiqah), dan buanglah penyakit darinya (mencukur rambut).”

Diriwayatkan dari para pemilik kitab Sunan, dari Samrah, dari ‘Aisyah RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda perihal aqiqah:

“Setiap anak-anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, diberikan nama, dan dicukur rambutnya.”

Berapa Jumlah Kambing Aqiqah bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

Imam Ahmad dan at-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Dua ekor kambing yang sama umurnya untuk anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.”

Diriwayatkan Imam Ahmad dan at-Tirmidzi dari Ummu Karz al-Ka’biyah: bahwasannya ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang aqiqah, Rasulullah SAW menjawab:

“Dua ekor kambing untuk anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, tidak masakah apakah kambingnya jantan atau betina.” Ini terkait hewan sembelihannya.

Baca Juga: Adab di Masjid & 12 Bid’ah Kesalahan yang Kerap Dilakukan

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan an-Nasai’ serta ibnu Majah dari al-Hasan, dari Samrah, bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda tentang aqiqah:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”

Aqiqah, Sunah atau Wajib

Para ahli fikih dan para imam yang ahli dalam berijtihad terbagi ke dalam tiga pendapat dalam urusan pensyariatan aqiqah ini:

Pertama Aqiqah sunnah dianjurkan, seperti pendapat Imam Malik, penduduk madinah, Imam Syafi’i dan para pengikutnya, Imam Ahmad Ishaq, abu Tsur, dan beberapa orang dengan jumlah yang banyak dari kalangan ahli fikih dan ilmu ijtihad.

Hukum aqiqah wajib adalah pendapat Imam Hasan al-Bashri, al-Laits bin Sa’ad, dan yang lainnya. Allahuallam. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *