Kumpulan Puisi Hari Ibu, Cocok Untuk Ungkapan Cinta

  • Whatsapp
Ilustrasi Kumpulan Puisi Hari Ibu
Ilustrasi Kumpulan Puisi Hari Ibu/Pixabay/fancycrave1

LITERA NEWS – Kumpulan Puisi Hari Ibu berikut ini bisa menjadi ungkapan dari anak-anak kepada ibunya tercinta di Hari Ibu yang kerap diperingati 22 Desember setiap tahunnya.

Termasuk pada tahun ini 22 Desember 2o20, momen pandemi yang masih berlangsung tentu membuat ruang gerak sedikit terbatas, namun peringatan Hari Ibu masih bisa disemarakan dengan berbagai cara kreatif.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah dengan mengirimkan puisi kepada ibu. Tak hanya puisi, Anda bisa mengirimkan apapun sebagai bentuk ungkapan kasih sayang di Hari Ibu kali ini.

Berikut ini Litera News kutip beberapa puisi berkaitan tentang Ibu dari Judul Buku Antalogi Mencari Puisi, Karya Penerbit Pustaka Media.

Berikut juga Litera News sedikit beri keterangan makna dibalik puisi dengan momen Hari Ibu 22 Desember.

Kumpulan Puisi Hari Ibu

Ilustrasi Kumpulan Puisi Hari Ibu
Ilustrasi Kumpulan Puisi Hari Ibu/Pixabay/fancycrave1

Pertama ini puisi berjudul Rindu Karya Lilik Sutiani. Puisi ini menuliskan tentang kerinduan kepada seseorang yang jauh dari dirinya. Kerinduan kasih sayang yang diberikan kepada si objek puisi.

Dalam puisi ini digambarkan kerinduan seorang anak kepada ayah dan ibunya. Seorang anak yang sedang berjuang di kejauhan yang juga berjuang sebagai seorang ibu untuk anaknya, dan sebagai seorang istri dari suaminya.

Puisi bertajuk “Rindu” ini bisa menjadi pilihan ungkapan perasaan kepada seorang ibu, apalagi dalam posisi jarak lokasi yang jauh saat ini. Berikut bunyi puisi Rindu dari Lilik Sutiani sebagai kumpulan puisi tentang Hari Ibu.

Rindu

Karya Lilik Sutiani

Kepadamu yang jauh di sana

Ku titipkan rindu pada langit senja

Yang seteduh kasih sayang mu

Kasih sayang yang kau berikan padaku.

Ku titipkan rindu kepada angin

Yang berhembus menyusuri malam

Ku berharap kau merasakan rindu yang sama

Rindu yang selalu ada dalam lubuk hati ku

Rindu

Rindu yang tak pernah berujung padamu

Dalam rindu yang menjerat

Betapa hati ini terpikat

Membiusku dengan tutur lembut suara dalam tiap sapa

Rinduku telah menusuk hati

Relung hati yang paling dalam

Sampaikan senandung rinduku

Pada dua insan yang jauh di sana

Dua insan yang sudah mulai menua

Selalu ku ingat masa kecil ku

Masa kecil yang begitu indah

Kau timang dan kau manjakanku

Kau turuti segala yang menjadi keinginanku

Kau curahkan semua kasih sayangmu untukku

Kini aku berada jauh darimu

Untuk menunaikan kewajibanku

Kewajiban sebagai seorang istri dan seorang ibu

Namun aku yakin doa baikmu

Selalu menyertai setiap langkah langkahku

Ayah  ibu aku rindu

KESAYANGAN KU...

Berikutnya adalah puisi berjudul Kesayangkanku. Puisi ini karya Heny Rospita. Puisi ini memaknai sebuah kehadiran seorang anak pada ibunya.

Puisi ini bisa menjadi ungkapan seorang ibu di Hari Ibu 22 Desember sebagai puisi yang dikirim kepada anaknya. Puisi ini saling memaknai, bisa saja menjadi salah satu balasan ketika seorang anak mengirimkan puisi kepada ibunya.

Berikut isi puisi berjudul Kesayangkanku, karya Heny Rospita.

Kesayanganku

Semenjak kehadiranmu,

Dunia ini terasa begitu berarti

Kau begitu memenuhi rongga kehidupanku,

Bagaikan terbang tinggi di angkasa

Sejenak kau membuat keruh rasa

Memenuhi emosi jiwaku.

Kau isi dalam semangatku

Kau isi dalam asa ku

Ragamu harum bagaikan magnolia

Senyummu membuat aliran

Semangat tak terduga

Jiwaku terlarut dalam perhatianmu

Oh.. anakku… inilah aku ibumu..

Yang telah melahirkan dan membesarkanmu…

Dengan penuh rasa kasih sayang dan cinta

Jadilah seorang pemberani,

seperti elang yang terbang

jauh tinggi di angkasa.

Gapailah cita–citamu,

Rengkuhlah mimpi-mimpi indahmu,

Hingga kau capai segala kebahagiaanmu

Di masa depan kelak… 

RINDU IBU

Rindu Ibu ini adalah judul puisi karya Ria Maya Sari. Di puisi ini para pembacanya diajak melewati cerita tentang bagaimana seorang anak merasakan beban berat yang telah dilalui ibunya.

Ibu yang merupakan pelita hidup, dengan sabar dan kekuatan menahan rasa sakit, penuh perjuangan dan  sampai akhirnya anaknya dewasa harus berada di kejauhan sisi ibunya, karena harus berjuang di jalan yang telah ia pilih.

Pada akhirnya rindu dan puisi ini menjadi doa untuk ibunya. Inilah puisi yang bisa menjadi pilihan di kutipan, quotes dan ungkapan di Hari Ibu.

Rindu Ibu

Ibu pelita hidupku

Rasa sakit dari melahirkanku

Rasa sabar merawatku

Ibu Tak akan ada yang bisa menggantikanmu

Ibu jarakmu begitu jauh

Kurindu berada disisimu

Hanya bayangan wajahmu dalam benakku

Berharap pegangan tanganmu pemulih hatiku

Ibu penerang jiwaku

Kuteduh bila disandaranmu

                        Kutenang dalam pelukanmu

                        Nasihatmu menghempas risauku

                        Ibu tubuhmu mulai renta dan menua

                        Kulitmu mulai kusut

                        Kutak ingin lalai dan berdosa

                        Akan kuhilangkan rasa lelahku untuk mengasihimu

                        Ibu didalam do’a kupanjatkan pengganti sehatmu

                        Sang pencipta tahu sujudmu adalah surgaku

LIKA LIKU PPG SEORANG IBU

Rani Maryani menulis tentang puisi Lika Liku PPG Seorang Ibu. Inilah salah satu kisah yang diangkat tentang perjuangan seorang ibu dan seorang guru.

Perjuangan yang sedang dilalui oleh seseorang yang dilewati dengan penuh semangat, apalagi ada teman seorang anak yang baru dilahirkan.

Lika Liku PPG Seorang Ibu

Malam semakin larut

Suara mulai hening

Ku alihkan pandangan kesekeliling

Kulihat buah hatiku

Tertidur pulas dalam pangkuanku

Sesak rasa nafas ini, perih hati ini

Cairan bening  mengalir tak tebendung

Tak terasa 3 bulan tlah ku lewati

Waktu tidurku tak menentu

Makan yang tak teratur

Istirahat yang tidak bisa di prioritaskan

Serta  keluarga kecilku yang terabaikan

Yang ku hadapi  selalu  layar labtop

Sebuah tugas yang menanti  dan menati

Dan tak tahu kapan akan berhenti…

Ingin ku meyerah atas segala kepenatan yang ada

Ingin ku lari dan meninggalkan ini semua

Terbesit dalam pikiran …

Apa yang kucari, apa yang kan ku dapat

Namun …..

Saat hati mulai bimbang, saat raga mulai melayang dan saat pikiran mulai terbang

Terlintas senyuman tipis terbanyang keceriaan

semangat dan dukungan keluarga yang membuat ku bertahan

Dan tentunya demi sebuah harapan …

Ya harapanku, harapan anak-anakku

Harapan suamiku dan orang yang menyayangiku

Akan datangnya sebuah kebahagian

Akan datang esok hari yang di tunggu

Esok hari yang penuh makna

Esok hari yang tak kan terlupa

Senyum bahagia buah dari semua pengorbanan dan perjuangan.

Merindu

Merindu ini adalah puisi karya Sriwit Dianningsih. Sebuah puisi yang memaknai rasa syukur dan kerinduan. Termasuk bagaimana menjadi seorang ibu yang dirindukan.

Merindu

Begitu terharunya rasa di hati

Setelah aku mengetahui mendapat titipan dari Illahi

Hari demi hari silih berganti

Berlalu dengan rasa syukur tak henti

Bisa diberi kesempatan yang mulia nan suci

Namun,

maafkanlah aku yang tak bisa menjagamu lebih lama

Aku tak punya kuasa apa-apa

Tuhanlah yang mengatur segalanya

Aku yakin suratan takdir ini memang terbaik untuk kita

Aku hanya mampu berdoa agar kelak kita dipertemukan di surgaNya

Ya Robbi…terisak di dadaku

Tercurah dalam doa-doaku

Ridhoilah aku

Berikan kepercayaan kepadaku

Untuk bisa menjadi seorang ibu

Aamiin…

Ibu

Puisi Ibu ini karya Wiwin Hidayah. Puisi yang memaknai kehadiran seorang ibu. Tentang apa yang menjadi kenangan dan semangat yang masih membara perjuangan.

Ibu

Ku terdiam mengingat kelam

Hari ini tepat 3 tahun yang lalu

Engkau tak sadarkan diri

Meninggalkan diri.. sepiii

Ibu.. kini engkau kembali

Merasuki diri

Penuh suka dan cita

Namun, sepertinya engkau telah lupa

Semuaa… tentang kita

Ibu… setiap kali ku melihatmu

Sedih, tangis, sayang, senyum, marah..

Apalah aku tak sanggup mengungkapkan semua

Yang pasti aku masih sangat menyayangimu

Ibu.. biarlah meskipun kau telah lupa akan diri ini

Aku yakin batinmu masih sangat mengenalku

Aku yakin Engkau masih mendoakan aku

Di setiap langkah – langkah kecilku yang mulai tertatih ini

Ibu.. biarkanlah aku menjaga hatimu

Ibu biarkanlah aku menjaga ragamu

Biarkanlah aku selalu menemanimu

Biarkanlah aku mendengarkanmu

Biarkanlah aku selalu menatapmu

Biarkanlah aku terus menggengammu

Biarkanlah aku terus….

Sampai Allah sembuhkanmu Ibu

Pringsewu,

dalam tangis sendu

Baca Juga: Litera News: Upaya Dakwah Literasi dan Menjadi Wadah Kreatifitas Anak Muda

Itulah kumpulan puisi tentang Ibu yang bisa dijadikan quotes, ungkapan, kutipan, bahkan kata-kata tercinta untuk seorang ibu di Hari Ibu 22 Desember mendatang. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *