Kisah Perjalanan Cinta Soekarno dengan 9 Istrinya

  • Whatsapp
Kisah Perjalanan Cinta Soekarno
Soekarno/Instagram/@soekarno_hatta_1945

LITERA NEWS – Siapa sangka, di balik gagahnya Soekarno ketika berorasi terdapat kisah perjalanan cinta yang menguras emosi. Tidak hanya dengan satu istri saja tapi dengan 9 istrinya.

Meski begitu, 9 perempuan ini tidak semua mampu menemani Sang Proklamator hingga akhir hayat Soekarno, 7 di antaranya diceraikan Soekarno secara baik-baik.

Bacaan Lainnya

Baik cerai atas permintaan sang istri maupun atau atas kehendak Soekarno sendiri. Lantas siapa sajakah, 9 wanita yang pernah meluluhkan hati Sang Proklamator? Seperti apakah perjalanan kisah cinta dan perjalanan Soekarno bersama istri-istrinya?

9 Istri dan Kisah Perjalanan Cinta Seokarno

Octavia Pramono dalam buku Kisah Cinta Soekarno (Kebahagiaan dan Konflik Batin Sang Presiden) mengenalkan perjalanan cinta Soekarno bersama 9 istrinya, di antaranya seperti dilansir Litera News sebagai berikut:

1. Siti Oetari Tjokroaminoto

“Lak, tahukan engkau bakal istriku kelak? Orangnya tidak jauh dari sini, kau ingin tahu? Boleh. Orangnya dekat sini kau tak usah beranjak, karena orangnya ada di sebelahku”.

Nama akhir dari istri pertama Soekarno ini sudah menggambarkan dengan jelas, siapa sebenarnya perempuan ini.

Ya, perempuan yang akrab disapa Oetari ini merupakan putri dari H.O.S Tjokroaminoto. Seorang pahlawan nasional sekaligus pemimpian abadi Sarekat Islam (SI).

Beliau merupakan guru dan induk semang ketika Soekarno menempuh pendidikan sekolah menenangah di Surabaya.

Kabarnya, kepiawaian Soekarno dalam berorasi diajarkan oleh H.O.S Tjokroaminoto yang merupakan mertuanya. Pada pernikahan pertamanya ini, Soekarno baru saja genap berusia 20 tahun sedangkan Oetari berusia 16 tahun.

Di era saat ini mungkin akan sulit menikah diusia yang tergolong sangat muda, seperti Oetari.

Sebab berdasarkan UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan bahwa batas minimal usia menikah untuk perempuan minimal berusia 19 tahun.

Mungkin sebab usianya yang masih belia itu juga, menjadi salah satu penyebab pernikahan mereka tidak bertahan lama.

Soekarno menceraikan Oetari dengan alasan ketidakcocokan, serta sebab ia juga merasa berbeda pandangan politik dengan mertuanya yang tak lain adalah H.O.S Tjokroaminoto.

Keretakan hubungan Oetari dan Soekarno, dikabarkan juga karna orang ketiga.

Perempuan yang berhasil mengambil alih perhatian Soekarno pada Oetari merupakan induk semang Soekarno ketika menempuh studi teknik di Kota Bandung.

Perempuan tersebut, tak lain adalah Inggit Ginarsih yang dipinang Soekarno selepas berpisah dengan Siti Oetari Tjokroaminoto.

2. Inggit Garnasih

“Aku kembali ke Bandung, dan kepada tjintaku yang sesungguhnya”.

Perpisahan secara baik-baik tidak hanya dilakukan oleh Soekarno dan Oetari, tapi juga oleh Inggitt Garnasih dan suaminya.

Ketika sama-sama jatuh cinta, Inggit dan Soekarno memang sama-sama telah berkeluarga. Setelah sah menikah, kurang lebih selama 20 tahun Inggit Garnasih menemani perjalanan cinta Soekarno.

Meski usia Soekarno terpaut lebih muda, tidak menjadi penghalang keduanya untuk bertumbuh bersama.

Bahkan ketika Soekarno menjalani hukuman pembuangan ke Flores, Inggit setia menemaninya.

Meski Inggit Garnasih banyak berjasa di balik kesuksesan Soekarno, tapi nyatanya Inggit bukanlah perjalanan cinta Soekarno yang terakhir.

Soekarno terpikat oleh sahabat anak angkat mereka sendiri. Membuat Inggit Ginarsih harus rela dimadu oleh gadis belia bernama Fatmawati.

3. Fatmawati

“Dari ribuan dara di dunia, kumuliakan engkau sebagai dewiku. Kupuja dengan nyanyian mulia, kembang dan setanggi dupa hatiku”.

Pertemuan Soekarno dan Fatmawati dimulai ketika masa kejayaan Seokarno, saat namanya dielukan di mana-mana.

Fatmawati yang merupakan first lady Indonesia, dipersunting Soekarno setelah dititipkan keluarganya di Ende, Flores oleh ayahnya yang merupakan tokoh Muhammadiyah Bengkulu.

Tidak sampai setahun menikah dengan Fatmawati, Soekarno didampingi Bung Hatta mencapai puncak perjuangan dengan membacakan teks proklamasi pada tanggal 17 agustus 1945.

Diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya dan pengibaran bendera yang dijahit langsung oleh Fatmawati sendiri.

Banyak yang mengungkapkan bahwa Soekarno merupakan takdir yang baik untuk Fatmawati, bayangkan saja ia tidak perlu menemani Soekarno di tempat pengasingan seperti yang dilakukan Inggit Ginarsih.

Meski begitu tidak bisa dipungkiri bahwa Fatmawati juga banyak berkorban membantu Soekarno, ketika awal-awal kemerdekaan bangsa Indonesia.

Fatmawati juga merealisasikan salah satu hal yang sudah ia diidam-idamkan sejak menikah dengan Inggit Ginarsih, yaitu keturunan.

Namun nyatanya perjuangan Fatmawati menjadi first lady Indonesia memang tidak mampu membuat tabiat playboy Soekarno hilang.

Ia masih saja memiliki hasrat untuk menikahi perempuan lain, membuat Fatmawati angkat kaki dari istana karna tak ingin dimadu.

4. Hartini

“Tien, i cant work without you. Meski kamu istri kedua, kamu tetap istri saya yang sah. Walaupun kamu tidak tinggal di istana negara, kamu tetap menjadi ratu. Kamu akan menjadi ratu yang tidak bermahkota di Istana Bogor”.

Ketika menikahi Hartini, Soekarno memang tidak bercerai dengan Fatmawati. Fatma meninggalkan istana begitu saja tanpa minta diceraikan seperti Inggit Ginarsih sebelumnya.

Namun, siapakah Hartini?

Seorang perempuan yang membuat Soekarno beralih hati lagi hanya karna semangkuk sayur lodeh yang Hartini buat ketika Soekarno melakukan kunjungan ke Salatiga.

Hartini hanyalah seorang gadis djawi, ketika dinikahi Soekarno Hartini bahkan sudah memiliki 5 orang anak.

Kabarnya Hartini memang sosok perempuan paling ideal yang dinikahi Soekarno. Seorang perempuan djawi dengan segala pengabdian dan ketaatannya pada suami.

Namun ternyata, keidealan Hartini tidak bisa membuatnya menjadi pencarian terakhir Soekarno. Masih ada perempuan yang menggaet hati Soekarno lagi, siapakah perempuan itu?

Apakah ia sama seperti Hartini yang merupakan perempuan djawi? ataukah gadis belia seperti istri pertamanya; Oetari?

Atau, seperti Inggit Ginarsih dan Fatmawati dengan ketangguhannya menemani Soekarno dalam masa perjuangannya?

5. Ratna Sari Dewi

“Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang rindang.  Aku mempunyai seorang istri, yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal kuburlah ia dalam kuburuku. Aku menghendaki ia selalu bersamaku”.

Seperti Oetari, Ratna masih belia ketika menikah dengan Soekarno. 19 tahun, usia yang sangat muda ketika memilih menikah dengan lelaki berusia 57 tahun.

Namun siapa sangka, bahwa nama Ratna Sari Dewi bukanlah nama perempuan asli Jepang itu ketika dilahirkan ke dunia.

Naoko Nemoto mengubah namanya menjadi nama Indonesia ketika sah dipersunting Soekarno dan memutuskan meninggalkan negaranya sendiri.

Pernikahan mereka berdua, banyak mengundang pertentangan dari pihak keluarga Ratna.

Hal ini disebabkan karna banyak perbedaan di antara mereka, seperti beda negara, beda bahasa bahkan berbeda agama.

Kabarnya juga, Ratna yang kali pertama Soekarno temukan di sebuah hotel di Jepang saat kunjungan adalah alat untuk memperlancar segala negosiasi kedua negara.

Tapi apa dikata, ternyata dua-duanya justru saling jatuh cinta. Bahkan Ratna rela meninggalkan segalanya demi bersama sang pujaan hati; Soekarno.

6. Haryati

“Hidup adalah satu rangkaian kejadian-kejadian, pengalaman-pengalaman, persoalan-persoalan, dan agar manusia dapat mendjalani rangkaian itu dengan baik, maka diberikan oleh Tuhan kepada manusia, Qur’an ini sebagai pandu dan petundjuk. Yatie, ikutilah petundjuk-petundjuk itu!”

Meski sudah tidak muda lagi, ternyata perjalanan cinta Sang Presiden pertama Indonesia masih belum selesai.

Ratna yang merupakan wanita jepang dengan kecantikan yang tentu tidak bisa diragukan, belum bisa meredam tabiat Soekarno yang merupakan pecinta wanita.

Haryati yang Soekarno nikahi selepas Ratna, adalah penari istana yang merangkap sebagai sekretaris istana bidang kesenian.

Meski saat menerima Soekarno, Hartini harus menyakiti hati seorang lelaki yang kabarnya adalah pacarnya tapi apalah daya pernikahan mereka hanya bertahan 3 tahun saja.

Perpisahan Soekarno dengan Haryati dijelaskan Soekarno sebab tidak ada lagi kecocokan antara mereka.

Entahlah, sebenarnya seperti apa kecocokan menurut pandangan Soekarno. Sedangkan, kecocokan pun rasanya tidak bisa membuat ia bertahan dengan satu hati saja.

7. Yurike Sanger

“Yury, i came to you today. But were out (to Wisma School) i came only to say i love you.”

Bukan hanya Oetari dan Ratna yang dinikahi Soekarno saat masih belia. Yurike Sangerpun demikian.

Bahkan, mereka bertemu ketika Yurike masih SMA dalam acara kenegaraan saat Yurike menjadi pasukan bhineka tunggal ika.

Meski begitu, mahligai pernikahan mereka harus kandas. Yurike berujung menjadi 7 dari 9 istri yang diceraikan Soekarno.

Yurikelah yang mengirim gugatan cerai, itupun didasarkan atas permintaan Soekarno yang saat itu menjadi tahanan rumah di Wisma Yasso.

Keputusan Soekarno didasarkan atas rasa cintanya pada Yurike, ia tidak mau perempuan yang masih belia itu harus terlibat dengannya menghadapi ambang kehancuran.

8. Kartini Manopo

“Aku mencintai kamu, aku ingin kau membalas cintaku. Sekarang juga saya minta kepastian darimu, ya atau tidak”

Kartini Manopo merupakan perempuan ke-8 yang dinikahi Soekarno, berbeda dengan istri-istrinya yang lain, pernikahan dengan Kartini seolah ditutup-tutupi.

Hal tersebut dilandaskan karna Kartini menjaga nama besar keluarganya di Bonaang, Mengondow Sulawesi yang merupakan salah satu keluarga terpandang di kotanya.

Kartini Manopo yang merupakan pramugari pesawat garuda Indonesia, kabarnya dinikahi saat Soekarno masih bersama dengan Yurike. Pernikahan merekapun, dikarunia satu orang putra.

9. Heldy Djafar

“Dear, Dik Heldy. Im sending you some dollars. And miss Dior and Diorrisimo and Diorama. Of course also My Love”.

Ternyata, kekuasaan yang diujung tanduk tidak membuat petualangan cinta Soekarno berhenti begitu saja.

Buktinya, saat-saat ketir seperti itu Soekarno masih sempat mempersunting Heldy Djafar yang berasal dari Kutai Kartanegara saat usia Heldy 18 tahun.

Menjadi perempuan terakhir yang dinikahi Soekarno, Heldy juga disebut-sebut sebagai perjalanan terakhir cinta Soekarno.

Meski ada beberapa sumber yang berani mengemukakan bahwa Heldy hanyalah sebatas istri simpanan saja.

Namun begitu, benar atau tidaknya. Heldy tetaplah perempuan terakhir yang dinikahi Soekarno hingga ia berpulang.

Dari 9 istri Soekarno, masing-masing dari mereka tentu memiliki sumbangsi yang besar dalam pergerakan Soekarno memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Itulah, 9 istri Soekarno dengan perjalanan cinta mereka yang di iringi warna dan problematika.

Begitulah adanya Soekarno, ia bisa mencintai satu bangsanya dengan utuh tapi tidak bisa mencintai satu perempuan saja.

Perjalan cinta Soekarno yang lumayan pelik memang menjadi bumbu dalam sejarah perjuangannya untuk bangsa, meski entah sebenarnya pada siapa hati Soekarno benar-benar jatuh?

Itulah kisah perjalanan cinta Soekarno dengan 9 istrinya. Terkait kebenarannya, hanya Soekarno dan Tuhan yang tau. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *