Dosen FISIP Unila Gelar Penyuluhan Penguatan Literasi Media Baru Sebagai Upaya Mitigasi Human Trafficking

  • Whatsapp
Dosen FISIP Unila Gelar Penyuluhan Penguatan Literasi Media Baru Sebagai Upaya Mitigasi Human Trafficking
Dosen FISIP Unila Gelar Penyuluhan Penguatan Literasi Media Baru Sebagai Upaya Mitigasi Human Trafficking

LITERA NEWS – Dosen FISIP Universitas Lampung (Unila) gelar penyuluhan penguatan literasi media baru sebagai upaya mitigasi human trafficking di Desa Margototo Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur, Senin, 5 Juli 2021 yang diikuti masyarakat sekitar dan umum.

Kegiatan tersebut adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat (PkM) dosen FISIP Universitas Lampung. Dalam memberikan pemahaman literasi media sebagai upaya mitigasi terhadap ancaman perdagangan manusia (human trafficking), kegiatan ini dilakukan dengan metode hybrid.

Bacaan Lainnya

Jadi, masyarakat hadir luring di Balai Desa dipandu oleh Kepala Desa Margototo, Sukendar, sedangkan para narasumber  hadir secara daring via aplikasi Zoom pada Senin, 5 Juli 2021 dari pukul 9.00 sampai selesai.

Diketahui, dalam rangkaian acara selama kurang lebih 60 menit, para pemateri secara bergiliran menyampaikan beragam diskusi menarik terkait  dengan upaya mitigasi human trafficking melalui penguatan literasi media.

Tim dosen FISIP Universitas Lampung yang diketuai oleh Andi Windah, MComn&MediaSt ini menunjukan berbagai data dan fakta ancaman yang sering dihadapi oleh buruh migran terutama kasus perjual belian manusia.

Salah satu, anggota tim, Gita Karisma, M.Si, menyampaikan bahwa jumlah pekerja migran dari Indonesia terus bertambah setiap tahunnya.

Pada kurun waktu 2017-2019 jumlah pekerja migran Indonesia meningkat dengan angka pertumbuhan berkisar 1,1 % tiap tahunnya (BP2MI).

Pekerja migran rentan mengalami ancaman mulai dari pelanggaran HAM hingga perdagangan manusia. Bahkan kurun waktu 2017-2019 diindikasi perdagangan manusia menempati posisi pertama dari jenis ancaman dan kasus tertinggi yang sering dihadapi pekerja migran (Migrant Care Outlook. 2020).

Menurutnya, pekerja migran sering mengalami modus ditawarkan pekerjaan dengan iming iming gaji besar dan perkawinan pesanan, menawarkan visa berlibur, proses yang cepat, perekrutan yang mudah tanpa syarat umur minimum, menjerat korban lewat hutang dan lainnya.

Menurut catatan Nexus Institue bahwa Indonesia seringkali luput melihat bahwa perdagangan manusia juga dialami laki laki dalam ranah domestik.

Ini menjadi logis karena memang data pekerja migran Indonesia  didominasi 91 persen oleh perempuan (BPMI.2021).

Sebagai upaya mitigasi, masyarakat perlu menggunakan dan memanfaatkan media internet. Faktanya dunia tidak lepas dari internet, mulai dari penggunaan media social sebagai bentuk eksistensi diri maupun menjadi wadah perdagangan manusia.

Diungkapkan oleh sang ketua, Andi Windah, MComn&MediaSt, bahwa tidak jarang ditemukan kasus anak dan suami yang dijual di beberapa online shop.

Masyarakat perlu menseleksi dan memahami media atau memahami literasi media. Literasi media artinya menjadi kritis atau melek media, apa yang disampaikan di media belum tentu benar.

Literasi media baru penting untuk dapat menyampaikan pesan dengan etika sehingga tidak melanggar ketentuan hukum dan norma agama dan budaya.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah seleksi jenis apa yang bisa kita berikan atau percaya, kita dapat mengatur waktu dan membatasi jumlah jam  penggunaan internet, Jangan terlalu terbuka mengenai informasi pribadi di internet, dan hati hati menggunakan password, merupakan hal yang ditekankan juga oleh Ketua Program Studi D3 Perpustakaan FISIP Unila ini dalam menggunakan internet.

Pembicara ketiga, Roby Rakhamadi M.A, menyampaikan bahwa untuk mengatasi human trafficking kerjasama sangat diperlukan antara warga, pemerintah dengan korban.

Beberapa tips disampaikan, ketika warga menjadi korban perdagangan adalah melaporkan ke BNP2TKI ke Migrant Care atau kepolisian setempat.

Upaya pencegahan juga penting diperhatikan seperti “jangan mudah diiming imingi”. “Kita harus tau siapa penyedia jasa/ penyalur buruh migran misalnya sejarahnya apakah alamatnya fiktif, memiliki kontak yang jelas atau jika social media, melaporkan informasi keberangkatan dan nama penyedia jasa kepada aparat desa, dan jangan mau sekalipun untuk memalsukan dokumen apapun.”

Pekerja migran juga harus memahami tahapan pengiriman seperti penyedia jasa biasanya akan memfasilitasi pekerja, membekali dengan pelatihan, memiliki kontrak kerja yang jelas dan lengkap.

Selanjutnya, disampaikan oleh Bendi Juantara M.A bahwa peran pemerintah desa cukup penting untuk memayungi upaya mitigasi terhadap korban human trafficking.

Ada potensi yang dimiliki oleh desa Margototo, terutama Lampung telah menjadi penyumbang buruh migran terbesar keempat di Indonesia.

Namun ada kerentanan terutama karena faktor pendidikan dan wawasan, sehingga perlu diberikan bekal dan pemahaman untuk pekerja migran.

Bentuk upaya perlindungan meliputi perlindungan ekonomi, perlindungan social, perlindungan teknis. “Upaya ini bisa ditetapkan melalui Perdes sebagai solusi jangka pendek, dan solusi jangka panjang adalah mendiskusikan inovasi dan pemetaan sumber daya desa,” kata dia menerangkan.

Dilanjutkannya, kerjasama antara warga, perangkat desa dan dosen diharapkan terus berlanjut terutama dalam upaya analisis pemetaan dan jejaring ke pemerintah daerah.

Diketahui selama gelaran acara, antusiasme warga desa Margototo terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diberikan hingga menimbulkan suasana diskusi yang menghangat.

Beragam pertanyaan muncul diantaranya adalah berkisar pada tips dan soal prosedur pekerja migran, juga menjadi ajang bertukar pengalaman para peserta dengan para narasumber terkait dengan upaya pelacakan pekerja buruh migran yang kehilangan jejak komunikasi.

Di akhir acara, Kepala Desa Margototo, Sukendar, mengharapkan agar kegiatan penyuluhan gerakan literasi media ini tidak berhenti dan dapat dilanjutkan secara konsisten pada masa depan. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *