Contoh Puisi Ungkapan Kasih Sayang (Karya Zie)

  • Whatsapp
Contoh Puisi Ungkapan Rasa Kasih Sayang
Ilustrasi Contoh Puisi Ungkapan Rasa Kasih Sayang/Pixabay/Free-Photos

LITERA NEWS – Berikut adalah kumpulan contoh puisi untuk ungkapan rasa kasih sayang pada seseorang. Ini adalah karya dari The Fat Zura atau singkatnya bisa disapa dengan nama panggilan -Zie.

 Puisi yang ditulis ini adalah karya sastra yang bisa menjadi sebuah ungkapan pada seorang yang terkasih, pacar, ayah, ibu, dengan gaya kepenulisan puisi singkat yang bisa juga menjadi contoh untuk para pembaca belajar berpuisi.

Bacaan Lainnya

Berikut contoh puisi ungkapan rasa kasih sayang karya Zie yang bisa kita nikmati bersama:

Kumpulan Contoh – Contoh Puisi Untuk Ungkapkan Rasa Kasih Sayang

Puisi pertama ini adalah berjudul tentang:

Tentang Kita dan Hari Ini

Apa yang kau harapkan, kasih?

Orang penting dan sinting kadang tak bisa dibedakan

Mana hitam mana putih

Tumpang tindih

Jikapun mengasingkan diri

Berita itu akan terus berhembus lagi

Saat terealisasi

Kita hanya tinggal menyesali

Harapan yang mana yang kau sebutkan?

Ataukah itu cuma angan buat hiburan?

Kita sudah sekarat, kasih

Pisau-pisau kekuasaan membuat kita harus menunduk

Tapi tunduk atau tidak itu sama saja

Kita tetap diperlakukan seperti boneka santet

Buat apa kita menunduk, kasih?

Bukankah kau pun sudah muak dan telah mendongakkan kepala?

Kau takut cinta kita berlumur darahku atau kamu atau mahasiswa lain?

Dan kau mau cerita kita digenangi air mata rakyat?

Sanggup kamu biarkan itu terjadi pada paragraf soal kita?

Kasih, biarkan aku turun ke jalan!

(2) Ini adalah puisi kedua yang ditulis Zie sebagai contoh kumpulan puisi ungkapan kasih sayang:

Dimabuk Asmara

 

Kau berdiri di ruang rumpang itu

Sebenarnya, benarkah kau adalah hitam dari putihnya hatiku?

Ataukah kau adalah si kelabu rusuh yang doyan bikin patah?

Nyatanya, yang mana yang benar aku pun tak tahu

Kau menjelma gelisahku itu? Iya, kau pun berkamuflase jadi pujaan

Hahaha, begitu lucu caraku bilang cinta padamu

Rancu, layaknya kata-kata yang kau ukir dalam pesan singkat

Jujur saja itu ciptakan tawa di antara kita, kan?

Kalau saja boleh aku menjelma puisi

Aku pastikan tubuhku penuh olehmu

(3) Berikut ini adalah puisi ketida, berkaitan tentang puisi tentang ayah. (Baca juga: Kumpulan Puisi Hari Ibu).

Surat Buat Ayah Soal Dirinya

 

Dia itu sederhana, Yah

Kaus hitam dan celana coklat lalu senyum manis

Lelucon yang kadang garing

Dan tawa yang mengundang tawa

Dia bukan kalangan ningrat, Yah

Bukan pangeran dengan kuda

Raja dengan singgasananya

Ataupun tuan muda bergelimang harta

Dia sedikit menyebalkan

Kadang bercandanya kelewatan

Tapi kata ‘maaf’ tidak pernah menjadi segan

Iya, dia begitu pengertian

Ayah, andai kata aku cukup cantik dan cerdik

Pintar dan lihai bela diri atau bermain musik

Mungkin bisa saja dia jadi milikku

Untuk sekarang atau sampai waktu yang tak terbatas

(4) ini adalah puisi ke 4:

Malam Si Sabit

 

Payah, mengapa tak jua mengerti?

Apa jangan-jangan kau bukan manusia yang peka terhadap rangsangan yang aku dorong ke hatimu?

Ataukah selama ini kita hanya teman biasa?

Yang kukira kita lebih dari sekedar teman dalam bosan

Ada-ada saja, kan?

Kisah cinta selama karantina ini memang begitu absurd

Kata orang tak sesuai dengan logika

Tapi logika yang mana?

Ada-ada saja, kan?

Tidak yang jatuh cinta

Tidak yang bertanya

Sama-sama tidak jelas dasarnya

(5) Ini adalah puisi ke 5, contoh puisi singkat tema kasih sayang, bahkan tak sampai 4 bait

Arti Kata Cinta

 

Ketika tidak sengaja tersebut

“Bulannya indah, kan?”

Puisi ini merupakan kiriman dari The Fat Zura atau singkatnya Zie. Dia adalah seorang yang gemar menulis semenjak bangku kelas 6 SD.

Sedang menetap di Lampung Barat, tempat dimana ia menulis puisi berjudul Malam 1000 Bintang yang berkesempatan dibukukan bersama dengan mendiang SDD.

Zie dapat disapa lewat akun Instagramnya yakni @tfzie atau di twitter @bittersweethopeez bahkan di wattpad @TheFatZ_. Adapun untuk menghubunginya bisa di nomor telepon ; 082392977470 atau lewat elektronik mail di rahmaniaazzura@gmail.com. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *