Cara Membuat Bonsai Gaya Sapu (Broom Style)

  • Whatsapp
Cara Membuat Bonsai Gaya Sapu (Broom Style)
Ilustrasi Bonsai Gaya Sapu atau Broom Style/Flickr/Eri•chan

LITERA NEWS – Beberapa tahun belakangan, banyak lahir bonsai dengan gaya baru, salah satunya adalah bonsai dengan gaya broom atau gaya sapu (Hokidachi).

Dalam dunia bonsai memang tidak ada aturan Anda harus menggunakan gaya seperti apapun, sebab membuat pohon bonsai  murni hasil kreativitas Anda. Bonsai adalah seni.

Bacaan Lainnya

Namun ada banyak bentuk atau gaya dasar bonsai yang bisa dicoba, salah satunya adalah broom style.

Apalagi, bentuk dasar bonsai yang sudah ada, seperti bonsai cascade, gaya hutan, gaya miring dan gaya lainnya menjadi ilmu dasar menanam bonsai dan sebagai rujukan Anda untuk melatih kreativitas.

Untuk bonsai dengan gaya sapu ini memang dikreasikan mirip pohon-pohon di hutan pedalaman, dan di pedesaan tidak sedikit juga pohon yang tumbuh alami seperti gaya bonsai sapu yang dikreasikan.

Oleh karena itu, melihat bonsai dengan gaya sapu ini juga mungkin akan membuat Anda bernostalgia.

Menjadi pohon yang memicu kenangan mencuat kembali, mungkin menjadi salah satu sebab kenapa pohon ini tetap digemari.

Meski memerlukan waktu untuk menunggu cabang bertumbuh dan butuh banyak kesabaran dalam pemangkasan cabangnya.

Untuk pemilihan pohon yang tepat, bonsai gaya sapu ini cocok menggunakan pohon yang memiliki cabang yang banyak dan luas, seperti pohon peluruh atau pohon-pohon gugur, misalnya pohon pinus, pohon maple, pohon cemara, pakis, pohon palem, pohon delima dan masih banyak lagi.

Meski yang kerap digunakan oleh para pecinta bonsai untuk gaya yang satu ini adalah pohon zelkova yang berasal dari jepang.

Sebab pohon zelkova ini memang memiliki cabang dan batang luas, hingga mudah dibentuk seperti sapu yang ditaruh di atas batang.

Namun bagaimanakah cara membuat bonsai dengan gaya klasik, batang tegak lurus dan memiliki ranting yang bercabang ke berbagai arah ini?

Cara Mudah Membuat Bonsai Gaya Sapu atau Broom Style untuk Pemula

Melansir dari berbagai sumber, berikut cara membuat bonsai gaya sapu atau broom style.

Pertama, sebelum membuat bonsai gaya sapu, disarankan pohon yang digunakan tanam dulu di tanah.

Langkah ini dilakukan sebelum meletakan tanaman bonsai di dalam pot untuk beberapa waktu. Tujuannya adalah agar pohon tumbuh alami.

Kedua, gunakan pohon dengan usia yang muda, sebab semua cabang pohon usia muda akan tumbuh ke atas. Sedangkan, pohon yang sudah tua akan tumbuh luruh ke bawah.

Ketiga, jika pohon sudah mulai tumbuh, sesuai ukuran yang diinginkan untuk dibuat menjadi bonsai dengan gaya yang diinginkan. Maka dapat segera memindahkannya ke dalam pot.

Keempat, sebelum itu juga harus diperhatikan akar pohonnya, sebab pohon yang tumbuh sehat atau tidak akan tampak pada akar yang tumbuh menutupi tanah dan memiliki jarak antara batang dan tanah tersebut.

Perlu diketahui, bahwasannya, akar penting sekali diperhatikan dalam proses pembuatan bonsai gaya sapu dibanding bonsai gaya lainnya.

Kelimat, jika merasa pohon sudah siap untuk dipindahkan dalam pot, maka harus menyiapkan pot yang besar dan rata.

Selanjutnya pada tahap ke enam, untuk pembentukan awal bonsai gaya sapu, terlebih dahulu harus menyatukan cabang serta ranting menggunakan kawat.

Kawat dipasang hanya untuk sementara waktu, hingga cabang pohon tumbuh sesuai bentuk yang diharapkan dan jika sudah terbentuk kira-kira dalam waktu satu bulan atau lebih untuk dapat segera melepasnya.

Dalam proses pengawatan, harus sangat hati-hati karena untuk beberapa pohon seperti zalkova bekas tanda pengawatan bisa saja susah hilang dan membekas.

Itu sebabnya Anda bisa merapikan pohon bonsai ini dengan gunting atau pisau, ingat secara perlahan.

Baca Juga: Cara Membuat Bonsai Gaya Cascade dan Penataan Potnya

Selanjutnya, pada tahapan ke tujuh, jika kawat sudah terpasang rapi ke arah yang Anda inginkan telah condong pada arah matahari, maka selanjutnya harus terus memantau perkembangan bonsai broom style.

Langkah ini dilakukan  hingga step penggundulan dilakukan. Baru pada tahap ke delapan, tekniknya berbeda dengan bonsai cascade.

Pada gaya sapu ini harus melakukan perantingan yaitu dengan menggunduli ranting pohon.

Tujuan dilakukan prantingan adalah untuk mempercepat tunas cabang-cabang baru tumbuh lebih cepat. Setidaknya harus melakukan dua kali penggundulan selama rentang waktu 3 sampai 6 bulan.

Setelah melakukan penggundulan juga dapat melihat cabang-cabang mana saja yang perlu dihilangkan.

Jadi, jika sekiranya cabang tersebut akan mengurangi estetika pohon bonsai gaya sapu ini dan menghambat perumbuhan cabang lain.

Cabang-cabang yang digunting atau mati tersebut akan tumbuh kembali menjadi tunas, dan biasanya pohon akan tumbuh lebih cantik jika perantingannya berhasil.

Kedelapan, yang bisa dilakukan adalah saat pohon sudah berdaun lebat dan memiliki ukuran yang tepat.

Dalam tahapan ini, Anda dapat memulai kreativitas dengan terus melakukan perantingan hingga ranting bertumbuh dengan baik.

Selanjutnya, pada tahapan kesembilan, saat proses perantingan atau saat menggunting tunas pada ranting agar tumbuh tunas muda, jangan memaksakan pembentukan.

Perlahan saja, dan jangan membentuk tunas atau ranting yang masih muda. Biarkan ranting menjadi kayu, Anda justru akan mudah membentuknya.

Selepas ini Anda harus merawat pohon bonsai gaya sapu Anda dengan baik, seperti memberi pupuk dan merawat ranting yang rentan mati.

Anda juga dapat melakukan pengawatan atau pemotongan ulang agar bonsai gaya sapu Anda semakin cantik dan terawat.

Baca Juga: Cara Membuat Bonsai Buah Berbuah Lebat, Semudah Ini

Itulah langkah-langkah cara membuat bonsai gaya sapu, sedikit rumit dan memang memerlukan waktu ya. Bagaimana, apakah Anda tertantang untuk membuat bonsai dengan gaya yang satu ini? ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *