Beasiswa LPDP Jakarta Dibuka 2027, Pramono Akui Biaya Pra-Seleksi Jadi Tantangan

Beasiswa LPDP Jakarta Dibuka 2027, Pramono Akui Biaya Pra-Seleksi Jadi Tantangan

Pemerintah Provinsi Jakarta tengah menyiapkan program beasiswa LPDP versi daerah yang rencananya mulai dibuka pendaftarannya pada 2027. Untuk mematangkan program ini, Gubernur Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan dengan para penerima beasiswa LPDP nasional guna menampung masukan langsung dari mereka yang sudah berpengalaman.

Salah satu masalah yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah tingginya biaya yang harus dikeluarkan calon pendaftar sebelum seleksi resmi dimulai. Bagi yang ingin kuliah ke luar negeri, ada kewajiban mengikuti tes sertifikasi bahasa seperti IELTS atau TOEFL yang harganya tidak murah, ditambah biaya pendaftaran ke universitas tujuan. Pramono mengakui ini bukan hal sepele. “Memang tahap sebelum ujiannya itu yang lebih berat, pasti Pemerintah Jakarta akan pikirkan itu,” ungkapnya dalam pertemuan yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Pramono menegaskan mekanisme LPDP Jakarta akan mengikuti pola LPDP pemerintah pusat. Ia berharap beasiswa ini bisa menjadi jalan bagi warga Jakarta yang kurang beruntung secara ekonomi untuk tetap bisa mengenyam pendidikan di luar negeri. “Bagi saya dengan sekolah di luar negeri itu membangun kepercayaan diri,” tambahnya.

Untuk bisa mendaftar beasiswa ini di jenjang magister (S2), calon penerima harus ber-KTP dan berdomisili di Jakarta, lulus S1 dengan IPK minimal 3,00 dari skala 4,00, serta belum pernah menempuh pendidikan S2 sebelumnya. Sementara untuk jenjang doktor (S3), syarat IPK minimal naik menjadi 3,25 dari jenjang S2, dan pendaftar sudah harus memiliki pengalaman kerja yang relevan.

Komponen beasiswa yang akan diberikan mencakup biaya hidup selama kuliah, biaya penyelenggaraan pendidikan, hingga dukungan untuk mengikuti seminar internasional dan publikasi jurnal ilmiah. Program studi yang masuk dalam cakupan beasiswa akan ditentukan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja dan pembangunan daerah Jakarta, dan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur. Program ini diharapkan menjadi investasi nyata Jakarta untuk melahirkan sumber daya manusia unggul di tingkat global.

Sumber: Detik.com

Baca Juga

Scroll to Top