
Baznas Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan uang tunai kepada 500 santri penghafal Al Quran sebagai bentuk apresiasi dan dorongan semangat mereka dalam mendalami ilmu agama. Program ini bernama Bekasi Taqwa dan dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, dengan masing-masing penerima mendapat dana sebesar Rp1 juta.
Ketua Baznas Kabupaten Bekasi Aminulloh menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan wujud nyata perhatian terhadap generasi muda pengamal agama. “Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada anak-anak penghafal Al Quran. Kami ingin mereka merasa diperhatikan dan semakin bersemangat untuk terus menghafal,” ujarnya.
Proses pendaftaran penerima manfaat dilakukan secara daring agar mudah diakses masyarakat luas. Organisasi ini tidak menetapkan standar minimum jumlah juz hafalan, melainkan menghargai setiap santri berdasarkan usia dan kemampuan individual mereka. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil kepada semua penghafal Al Quran di wilayah Bekasi.
Bekasi Taqwa merupakan salah satu dari lima program utama Baznas Kabupaten Bekasi, di samping program-program lain seperti Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, Bekasi Peduli, dan Bekasi Mandiri. Keseluruhan inisiatif ini mencakup berbagai bentuk dukungan keagamaan, mulai dari bantuan santri hingga dukungan untuk imam masjid.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dengan Baznas dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter. “Kolaborasi ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Bantuan Baznas yang langsung dirasakan masyarakat sudah memberikan banyak manfaat,” katanya, sambil mengajak ASN, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kontribusi zakat, infak, dan sedekah.
Saat ini, penghimpunan dana masih didominasi oleh pegawai negeri sipil. Baznas berharap sektor swasta dan industri dapat meningkatkan partisipasi mereka, mengingat Kabupaten Bekasi memiliki banyak kawasan industri dan tenaga kerja. Namun, ekspansi ini memerlukan dukungan regulasi yang jelas dari pemerintah daerah agar berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Amila Hurilaini, seorang penerima bantuan berusia 13 tahun dari Cibarusah, mengaku bantuan ini sangat memotivasi dirinya melanjutkan hafalan Al Quran. Dia mulai menghafal sejak kelas IV sekolah dasar dan terus mengembangkan hafalannya melalui rutinitas belajar dan pengulangan. “Buat teman-teman seusia saya, jangan malas menghafal Al Quran. Harus tetap semangat belajar, rajin murojaah dan terus mengulang hafalan supaya tidak lupa,” pesan Amila kepada sebayanya.
Inisiatif Baznas Bekasi ini mencerminkan komitmen lebih luas dalam mendukung pengembangan karakter pemuda melalui pendidikan keagamaan. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan lebih banyak santri dapat merasakan apresiasi yang sama dan terus berkontribusi sebagai generasi pemimpin yang berakhlak mulia.
Sumber: Antara News




