Beasiswa S3 ke Austria 2027 Dibuka, Khusus Dosen Tetap di Bawah 35 Tahun

Beasiswa S3 ke Austria 2027 Dibuka, Khusus Dosen Tetap di Bawah 35 Tahun

Para dosen tetap yang bercita-cita meraih gelar doktor di luar negeri punya kesempatan menarik. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) untuk tahun 2027.

Program ini khusus menyasar dosen tetap perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kemdiktisaintek dan belum memiliki gelar doktor. Salah satu syarat utama yang perlu diperhatikan adalah batas usia, yakni maksimal 35 tahun terhitung per 31 Desember 2026.

Selain soal usia, calon pendaftar juga wajib sudah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan resmi yang masih berlaku dari perguruan tinggi di Austria. Kemampuan bahasa Inggris pun jadi syarat penting, dengan skor minimal TOEFL iBT 90, TOEFL ITP 550, atau IELTS 6,5 dari sertifikat yang diterbitkan paling lama dua tahun terakhir.

Pelamar juga harus menyiapkan proposal penelitian sepanjang 5 hingga 10 halaman dalam bahasa Inggris yang sudah disetujui oleh calon pembimbing di Austria. Proposal itu perlu memuat topik penelitian, deskripsi masalah, metodologi, hingga potensi kontribusi bagi Austria maupun Indonesia. Jika dalam penulisannya menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI) generatif, hal itu wajib dicantumkan secara eksplisit.

Ada satu aturan tambahan yang unik: pasangan suami-istri yang keduanya berstatus dosen dengan bidang keilmuan yang sama tidak boleh mendaftar ke perguruan tinggi yang sama. Selain itu, pelamar tidak diperkenankan sekaligus mendaftar ke program beasiswa Ernst-Mach Grants (EMG) ASEA-UNINET pada waktu yang bersamaan.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id dengan memilih menu IASP. Batas akhir pengiriman berkas adalah 1 Maret 2027. Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui laman grants.at/en/ atau email bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.

Bagi dosen yang selama ini mengincar kesempatan studi lanjut ke Eropa, program ini bisa menjadi pintu yang layak untuk dicoba sebelum tenggat pendaftaran tiba.

Sumber: Detik.com

Baca Juga

Scroll to Top