
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan positif di pasar tenaga kerja Indonesia. Dalam periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026, jumlah orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan bertambah sebanyak 1,44 juta orang. Data ini menunjukkan bahwa ekonomi masih mampu menciptakan lapangan kerja baru meskipun dalam kondisi yang dinamis.
Pada Agustus 2026, total angkatan kerja (mereka yang siap bekerja) mencapai 155,37 juta orang, dengan 147,99 juta di antaranya sudah bekerja. “Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,44 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2025,” menurut M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS.
Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 28,20 persen, diikuti perdagangan besar-eceran sebesar 17,86 persen, dan industri pengolahan sebesar 13,75 persen. Pola ini mencerminkan struktur ekonomi Indonesia yang masih bertumpu pada sektor primer dan tersier.
Di sisi positif lainnya, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,75 persen atau sekitar 7,38 juta orang menganggur. Ini berarti berkurang 77 ribu pengangguran jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan tren penurunan pengangguran yang konsisten.
Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan: tingkat partisipasi angkatan kerja (persentase orang yang aktif mencari atau memiliki pekerjaan) justru menurun 0,26 poin persentase menjadi 70,33 persen. Kesenjangan gender juga tetap terlihat, dengan tingkat partisipasi laki-laki mencapai 84,16 persen, jauh lebih tinggi dari perempuan yang hanya 56,37 persen.
Penurunan partisipasi angkatan kerja ini menandakan bahwa meski lapangan kerja bertambah, beberapa kelompok masyarakat—terutama perempuan—semakin menjauh dari pasar kerja formal. Data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kebijak pembuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah UGM Adalah Dirinya Sendiri

Kementerian Buka Kesempatan Beasiswa untuk Mahasiswa S3, Terbuka untuk Lokal dan Mancanegara

Universitas Terbuka Selenggarakan Konferensi Pendidikan Internasional di Bandung dengan Peserta dari 17 Negara

