Metode Tanam PM-AAS Terbukti Gandakan Hasil Panen Padi di Bengkulu

Metode Tanam PM-AAS Terbukti Gandakan Hasil Panen Padi di Bengkulu

Sawah milik Kelompok Tani Setia Kawan di Desa Kampung Baru, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, kini menjadi tempat uji coba metode tanam padi modern bernama PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System). Langkah ini bagian dari upaya Kementerian Pertanian untuk mendorong petani menerapkan teknologi budidaya yang lebih canggih dan efisien.

Keunggulan utama metode ini terletak pada peningkatan hasil panen yang signifikan. Menurut Didik Ari Supeno, Ketua Tim Kerja Kabupaten Rejang Lebong dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Bengkulu, “Salah satu keunggulan utama metode PM-AAS adalah potensi peningkatan produktivitas padi hingga dua kali lipat, dari sebelumnya 4–5 ton per hektare menjadi 8–10 ton per hektare.”

Teknologi ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah populasi tanaman padi dalam satu area tanam. Jika metode lama seperti jajar legowo memiliki batasan populasi, PM-AAS mampu menggandakannya. Hasilnya, petani bisa memperoleh produksi setara dua kali penanaman biasa hanya dalam sekali tanam.

Selain meningkatkan hasil, metode PM-AAS juga dirancang untuk menghemat waktu dan biaya budidaya. Petani bahkan bisa melakukan penanaman dua hingga tiga kali dalam setahun, tergantung ketersediaan air dan kondisi lahan mereka.

Di Kabupaten Rejang Lebong, program ini ditargetkan mencakup luas lahan hingga 883 hektare. Desa Kampung Baru dipilih karena memiliki persawahan yang luas dan berpotensi menjadi contoh bagi kelompok tani lain.

Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong telah berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani melalui tenaga penyuluh lapangan. Mereka juga menyalurkan bantuan sarana produksi berupa benih, pupuk, pestisida, dan peralatan mesin pertanian dari pusat.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempertahankan swasembada pangan setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025. Dengan terus meningkatkan produksi melalui teknologi modern, pemerintah yakin dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top